Pranala.co
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
Pranala.co
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Soal Risiko Tsunami di Kaltim, Ilmuwan Belum Tahu Kapan Longsor Bawah Laut Terjadi

Suriadi Said Editor Suriadi Said
24 Juni 2024 | 09:30
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

POTENSI risiko tsunami di sekitar Kalimantan Timur –calon ibukota negara baru– masih didalami secara serius oleh para ilmuwan Inggris dan Indonesia. Dari penjelasan sementara, tanah longsor —Mass-Transport Deposits (MTD)– berada di sisi barat kanal dalam –3000m– yang melintasi Selat Makassar.

Sebagian besar berada di sebelah selatan delta Sungai Mahakam di Pulau Kalimantan –mengeluarkan sekitar 8 juta meter kubik sedimen setiap tahun.

BACA JUGA

Pemprov Kaltim Percepat Integrasi Aplikasi SAKTI untuk Layanan Publik

BMKG: Kaltim Berpotensi Diguyur Hujan hingga Lebaran

Peringati HUT ke-68, Pemprov Kaltim Beri Penghargaan kepada Tokoh Berjasa, Berikut Daftar Lengkapnya

Sambut MTQ Nasional ke-30, Pemprov Kaltim Siapkan 1.566 Kamar Hotel

Tim peneliti menduga material ini terbawa oleh arus di selat dan kemudian tertimbun di perbatasan dasar laut yang lebih dangkal dengan dasar laut yang lebih dalam. Sedimen yang menumpuk dari waktu ke waktu akhirnya roboh, barangkali dipicu oleh guncangan gempa bumi setempat, hal yang lazim di Indonesia.

Hal yang belum diketahui tim peneliti saat ini ialah kapan tepatnya longsor bawah laut ini terjadi. Estimasi terbaik para peneliti adalah dalam periode geologi saat ini terjadi dalam 2,6 juta tahun terakhir.

Sampel batuan yang diekstraksi dari MTD bisa lebih memastikan usia mereka dan frekuensi kerobohan lereng, dan para ilmuwan sedang mencari pendanaan untuk melakukan ini. Tim juga berencana mengunjungi daerah pesisir Kalimantan untuk mencari bukti fisik dari tsunami purba ini dan membuat pemodelan jenis gelombang yang bisa mengenai garis pantai.

TSUNAMI 1

Dikutip dari BBC, Ben Sapiie, dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, “Penelitian ini memperkaya pengetahuan komunitas geologi dan geofisika Indonesia akan bahaya sedimentasi dan tanah longsor di Selat Makassar. Masa depan penelitian ilmu bumi adalah menggunakan pendekatan terintegrasi dan multi-disiplin dengan kolaborasi internasional.”

Profesor Dan Parsons adalah direktur Institut Energi dan Lingkungan di Universitas Hull, Inggris. Kelompoknya juga mempelajari tanah longsor bawah laut di seluruh dunia.

Dia berkata, yang menarik di sini ialah bagaimana sedimen ini sedang tertimbun kembali dan menumpuk dari waktu ke waktu di Selat Makassar oleh arus laut. Sedimen ini menumpuk dan kemudian roboh ketika menjadi tidak stabil. Kuncinya kemudian ialah mengidentifikasi titik kritis, atau pemicu, yang menyebabkan longsor.

“Kami melakukan penelitian serupa pada fjord, mengeksplorasi beberapa pemicu dan magnitudo dan frekuensi longsor yang bisa terjadi. Peristiwa longsor terbesar dan tsunami terbesar kemungkinan bakal terjadi ketika laju pengiriman sedimen sangat tinggi tapi pemicunya jarang terjadi, sehingga ketika terjadi longsor volumenya sangat besar,” sambungnya.

Untuk diketahui, Indonesia mengalami dua peristiwa tsunami yang disebabkan tanah longsor pada 2018 –ketika sisi gunung berapi Anak Krakatau runtuh dan ketika gempa memicu tanah longsor di Teluk Palu, Sulawesi.

Jadi, ada kesadaran bahwa tsunami bisa diakibatkan oleh sumber selain gempa megathrust di dasar laut seperti yang terjadi di Sumatera pada 2004. Presiden Joko Widodo tahun lalu mengumumkan bahwa Indonesia akan memindahkan ibu kotanya dari Jakarta ke Kalimantan.

Pusat administrasi baru akan dibangun di dua kabupaten –Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara- di Kaltim, dekat dengan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Studi dasar laut ini sendiri diterbitkan oleh Geological Society of London. (*)

Tags: IlmuwanIlmuwan InggrisKalimantan TimurTsunami
ShareTweetSend
Previous Post

Ilmuwan Temukan Risiko Tsunami di Sekitar Kaltim

Next Post

Anak Berusia 8 Tahun Positif Tes Cepat Wafat, Orangtua Diduga Berbohong

Suriadi Said

Suriadi Said

Related Posts

Hujan Masih Dominan di Kaltim, BMKG Rilis Prakiraan 11–20 Desember 2025 BMKG Ingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Banjir, Hujan Lebat di Kaltim Diprediksi hingga 10 April 2025
Kaltim

Hujan Masih Dominan di Kaltim, BMKG Rilis Prakiraan 11–20 Desember 2025

13 Desember 2025 | 18:38
Pemkab Kutim Siapkan Lahan 3 Hektare untuk Pembangunan Gudang Bulog di Sangatta
Kaltim

Pemkab Kutim Siapkan Lahan 3 Hektare untuk Pembangunan Gudang Bulog di Sangatta

12 Desember 2025 | 19:08
Jelang Natal, Polres Kutim Gotong Royong Bersihkan Gereja
Kaltim

Jelang Natal, Polres Kutim Gotong Royong Bersihkan Gereja

11 Desember 2025 | 22:28
Polres Kutim Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir Muara Wahau
Kaltim

Polres Kutim Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir Muara Wahau

11 Desember 2025 | 17:48
Kutim Targetkan Penurunan Kemiskinan Lebih Cepat lewat Integrasi Program
Kaltim

Kutim Targetkan Penurunan Kemiskinan Lebih Cepat lewat Integrasi Program

11 Desember 2025 | 09:52
Bupati Kutim Terbitkan Edaran, Ayah Harus Hadir saat Pengambilan Rapor APBD Disesuaikan, Pemkab Kutim Pastikan Dana RT Tetap Rp250 Juta
Kaltim

Bupati Kutim Terbitkan Edaran, Ayah Harus Hadir saat Pengambilan Rapor

10 Desember 2025 | 21:21
Next Post

Anak Berusia 8 Tahun Positif Tes Cepat Wafat, Orangtua Diduga Berbohong

Positif Covid-19 di Kaltim jadi 74 Orang, Klaster Gowa Merajalela

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

  • Tabrak Motor di Bontang, Remaja 15 Tahun Kabur hingga Ditangkap di Sangatta Mobil Ayla Hitam Ugal-ugalan, Tabrak Motor dan Nyaris Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Bontang

    Mobil Ayla Hitam Ugal-ugalan, Tabrak Motor dan Nyaris Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trotoar di Bontang Diserobot Parkir dan Pedagang, Wali Kota Buka Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Lengkap Tiga Besar Calon Kepala OPD Bontang dari Seleksi JPT Pratama 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tabrak Motor di Bontang, Remaja 15 Tahun Kabur hingga Ditangkap di Sangatta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kelurahan Satimpo Sabet Juara 1 BIA 2025 Berkat Enam Inovasi Unggulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
logo

Situs berita yang menampilkan berita dan informasi terkini khususnya seputar Kaltim dan Nasional. Pranala.co, semakin tahu Kalimantan Timur.

TELUSURI

Bontang

Samarinda

Balikpapan

Kaltim

Nasional

Ekonomi

Olahraga

Ragam

Islampedia

Infografis

Video

Kolom

Copyright © 2025Pranala.co. All rights reserved

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

news-how-1512

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

80001

80002

80003

80004

80005

80006

80007

80008

80009

80010

80011

80012

80013

80014

80015

80016

80017

80018

80019

80020

80021

80022

80023

80024

80025

80026

80027

80028

80029

80030

82001

82002

82003

82004

82005

82006

82007

82008

82009

82010

82011

82012

82013

82014

82015

9041

9042

9043

9045

80031

80032

80033

80034

80035

80037

80039

80040

80041

80042

80043

80044

80045

80142

80143

80144

80145

80146

80147

80148

80149

80150

82016

82017

82018

82019

82020

82021

82022

82023

82024

82025

80076

80077

80078

80079

80080

80081

80082

80083

80084

80085

82026

82027

82028

82029

82030

82031

82032

82033

82034

82035

80096

80097

80098

80099

80100

80101

80102

80103

80104

80105

80107

80108

80109

80110

80111

80112

80113

80114

80115

80156

80157

80158

80159

80160

80161

80162

80163

80164

80165

80166

80167

80168

80169

80170

82036

82037

82038

82039

82040

82041

82042

82043

82044

82045

82046

82047

82048

82049

82050

82051

82052

82053

82054

82055

80171

80172

80173

80174

80175

80176

80177

80178

80179

80180

82056

82057

82058

82059

82060

82061

82062

82063

82064

82065

80181

80182

80183

80184

80185

80186

80187

80188

80189

80190

80191

80192

80193

80194

80195

82066

82067

82068

82069

82070

82071

82072

82073

82074

82075

82076

82077

82078

82079

82080

80196

80197

80198

80199

80200

80201

80202

80203

80204

80205

80206

80207

80208

80209

80210

82081

82082

82083

82084

82085

82086

82087

82088

82089

82090

82091

82092

82093

82094

82095

80211

80212

80213

80214

80215

80216

80217

80218

80219

80220

82096

82097

82098

82099

82100

82101

82102

82103

82104

82105

news-how-1512