• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Sengkarut Status Lahan Hutan di Berau, Warga Turun-Temurun Terancam jadi “Penonton” di Tanah Sendiri

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Maret 2026 | 21:02
Reading Time: 2 mins read
0
Sengkarut Status Lahan Hutan di Berau, Warga Turun-Temurun Terancam jadi "Penonton" di Tanah Sendiri

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

dprd nusantaraterkini.jpg scaled

Pranala.co, BERAU – Ribuan warga Berau yang telah bermukim turun-temurun di sejumlah kampung hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Wilayah tempat tinggal mereka—yang nyatanya sudah berkembang menjadi pemukiman lengkap dengan sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas sosial—secara administratif masih tercatat sebagai Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK).

PILIHAN REDAKSI

Tak Boleh Kompromi, DPRD Berau Desak Hukuman Berat Predator Seksual Anak

Tak Boleh Kompromi, DPRD Berau Desak Hukuman Berat Predator Seksual Anak

17 April 2026 | 22:53
Anggaran Berau Menyusut, Fasra Minta Program Prioritas Kampung Tetap Jalan

Anggaran Berau Menyusut, Fasra Minta Program Prioritas Kampung Tetap Jalan

17 April 2026 | 22:53

Sengkarut status lahan ini tak kunjung usai, menghambat pembangunan dan mengancam kesejahteraan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menilai persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi belaka. Kondisi ini telah menjadi penghambat serius bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga yang kesulitan menggarap lahan untuk bertani.

“Ini persoalan lama yang belum juga selesai,” tutur Rudi Mangunsong dengan nada frustrasi.

Menurutnya, ironi yang terjadi di Berau begitu nyata: masyarakat sudah tinggal turun-temurun, kampung sudah terbentuk lengkap dengan infrastruktur, tetapi di peta pusat wilayah tersebut masih dianggap kawasan hutan.

“Masyarakat sudah tinggal turun-temurun, kampung sudah terbentuk, tetapi di peta pusat masih dianggap kawasan hutan,” katanya.

Akibatnya, pemerintah daerah kesulitan membangun infrastruktur dasar karena terbentur aturan. Seringkali pembangunan jalan, drainase, hingga fasilitas dasar di kampung terhambat karena harus melalui mekanisme izin pinjam pakai kawasan hutan yang berbelit.

“Akibatnya, pemerintah daerah kesulitan membangun infrastruktur dasar karena terbentur aturan,” sambungnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai lambannya proses pelepasan kawasan hutan menjadi salah satu penyebab utama persoalan ini terus berlarut. Tanpa perubahan status lahan, warga kesulitan memperoleh sertifikat hak milik yang menjadi dasar berbagai aktivitas ekonomi.

Tidak hanya terbatas pada akses pembangunan fisik, kondisi ini juga berdampak pada layanan keuangan. Banyak warga tidak dapat mengajukan kredit perbankan karena tidak memiliki dokumen kepemilikan lahan yang diakui secara hukum.

“Seringkali pembangunan jalan, drainase, hingga fasilitas dasar di kampung, terhambat karena harus melalui mekanisme izin pinjam pakai kawasan hutan,” jelasnya.

Rudi mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk lebih aktif menjalin koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tujuannya jelas: mempercepat proses perubahan status dari KBK menjadi Kawasan Budidaya Non-Kehutanan (KBNK).

DPRD Berau juga mendorong percepatan inventarisasi pemukiman masyarakat yang masih berada dalam zona KBK. Data tersebut diharapkan dapat segera diusulkan dalam program pelepasan kawasan hutan ke pemerintah pusat.

“Jika persoalan ini terus dibiarkan, masyarakat Berau hanya akan menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan daerah,” pungkasnya. (ADS/DPRD BERAU)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: DPRD Berau
Previous Post

Kebakaran di Pujasera Guntung Bontang, Satu Rumah dan Dua Mobil Ludes, Diduga Akibat Bakar Sampah

Next Post

Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

BACA JUGA

3 Rumah di Bengalon Kutim Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

3 Rumah di Bengalon Kutim Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

18 April 2026 | 19:23
Tak Lagi Ditanggung Pusat, Anggaran PBI Bontang Jebol Rp1 Miliar

Tak Lagi Ditanggung Pusat, Anggaran PBI Bontang Jebol Rp1 Miliar

18 April 2026 | 19:14
Dua Aplikasi Ini Bisa Pantau Kinerja ASN Bontang Real Time

Dua Aplikasi Ini Bisa Pantau Kinerja ASN Bontang Real Time

18 April 2026 | 18:50
Ribuan BPJS Warga Bontang Terancam, Pemkot Siapkan Skema Patungan dengan Perusahaan

Ribuan BPJS Warga Bontang Terancam, Pemkot Siapkan Skema Patungan dengan Perusahaan

18 April 2026 | 18:26
Alasan Dilibatkannya TNI, Polri, dan Kadin di Program MBG Kapolres Bontang Cicipi Menu MBG, Siap Salurkan ke 1.030 Siswa 13 April

Alasan Dilibatkannya TNI, Polri, dan Kadin di Program MBG

18 April 2026 | 14:04
Rp1,7 Miliar Digelontorkan, Toilet 10 SD di Bontang akan Diperbaiki

Rp1,7 Miliar Digelontorkan, Toilet 10 SD di Bontang akan Diperbaiki

18 April 2026 | 10:38
Next Post
Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

Ratusan Tersangka Diamankan Polda Kaltim, Mayoritas Kasus Curanmor dan Premanisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Alih Profesi di Kaltim: Menambal Dampak PHK Batu Bara

Alih Profesi di Kaltim: Menambal Dampak PHK Batu Bara

15 April 2026 | 14:25
127 Guru Dicari, Bontang Pilih Warga Lokal sebagai Prioritas, Gaji dari Dana BOS Seragam dan Sepatu Gratis untuk Pelajar Bontang Siap Dibagikan

127 Guru Dicari, Bontang Pilih Warga Lokal sebagai Prioritas, Gaji dari Dana BOS

13 April 2026 | 14:34
Durasi hingga 29 Jam, Rute Surabaya–Balikpapan Krisis Tiket, Harga Tembus Rp25 Juta Bandara Sepinggan Balikpapan Layani Hampir 375 Ribu Pemudik Lebaran 2025 Arus Balik Lebaran Kaltim 2025; Bandara Sepinggan Balikpapan Catat 289 Penerbangan Sehari

Durasi hingga 29 Jam, Rute Surabaya–Balikpapan Krisis Tiket, Harga Tembus Rp25 Juta

10 April 2026 | 09:27
Detik-Detik Tabrakan di Tikungan Muara Badak-Samarinda, Dua Pengendara Tewas

Detik-Detik Tabrakan di Tikungan Muara Badak-Samarinda, 3 Pengendara Tewas

13 April 2026 | 20:09
Kaltim Perluas Sekolah Berstandar Internasional, Empat SMA Disiapkan Jadi “Sekolah Garuda” SMAN 10 Samarinda Ditunjuk jadi Sekolah Garuda, Apa Saja Keunggulannya?

Kaltim Perluas Sekolah Berstandar Internasional, Empat SMA Disiapkan Jadi “Sekolah Garuda”

11 April 2026 | 21:55

Terbaru

Harga BBM Non Subsidi di Kaltim Naik 18 April, Dexlite Tembus Rp24 Ribu BBM Naik, ASN Kaltim Diajak Beralih ke Energi Surya Batasi BBM Subsidi Mulai 1 April: Pertalite Maksimal 50 Liter, Solar Dibedakan per Jenis Kendaraan

Harga BBM Non Subsidi di Kaltim Naik 18 April, Dexlite Tembus Rp24 Ribu

18 April 2026 | 19:44
3 Rumah di Bengalon Kutim Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

3 Rumah di Bengalon Kutim Ludes Terbakar, Kerugian Rp200 Juta

18 April 2026 | 19:23
Tak Lagi Ditanggung Pusat, Anggaran PBI Bontang Jebol Rp1 Miliar

Tak Lagi Ditanggung Pusat, Anggaran PBI Bontang Jebol Rp1 Miliar

18 April 2026 | 19:14
Dua Aplikasi Ini Bisa Pantau Kinerja ASN Bontang Real Time

Dua Aplikasi Ini Bisa Pantau Kinerja ASN Bontang Real Time

18 April 2026 | 18:50
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved