Menu

Mode Gelap
Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas Negara Rugi Rp7,26 Miliar, 9 Pelaku Bom Ikan di Balikpapan Diringkus

Bontang · 15 Mar 2021 19:47 WITA ·

Satgas Pajak Walet Harus Tegas!


 Anggota Komisi II DPRD Bontang Sumaryono dan  Sutarmin (kiri). Perbesar

Anggota Komisi II DPRD Bontang Sumaryono dan Sutarmin (kiri).

PRANALA.co – Anggota Komisi II DPRD Bontang Sumaryono meminta ketegasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam menarik pajak sarang burung walet, untuk disetorkan ke daerah.

“Jumlah pengusaha terbilang banyak, yaitu 246. Jadi memang perlu ada ketegasan. Bapenda harusnya sudah bisa belajar dua tahun terakhir soal penarikan pajak,” sebutnya, Senin (15/3/2021).

Ia juga mengaku kaget melihat laporan dari Pemprov Kaltim. Pasalnya, pendapatan asli daerah (PAD) Bontang tahun 2020 sangat minim. Yakni Rp 1,5 juta. Bahkan tahun 2019 nihil.

“Pemilik atau pengusaha santai-santai saja tidak melakukan pembayaran pajak. Artinya penanganan khusus dari dinas terkait tidak maksimal,” katanya.

Meski demikian, adanya rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penarikan pajak sarang burung walet bisa dimaksimalkan. Tak hanya itu, Bapenda diminta segera bertindak.

“Paling tidak tahun ini maupun tahun 2022, sudah ada pajak sarang burung walet yang disetorkan ke daerah,” tamahnya.

Anggota Komisi II lainnya, Sutarmin juga menyampaikan Satgas yang akan dibentuk nantinya bisa bekerja dengan maksimal. “Jangan sampai dibentuk, tapi hasilnya sama juga,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Bontang Sigit Alfian menegaskan akan memaksimalkan pajak walet untuk daerah. Ia mengakui, selama ini pendekatan maupun ketegasan kepada pengusaha sangatlah minim.

Pihaknya pun akan menyiapkan tim satuan tugas (satgas) untuk memberikan edukasi kepada para pengusaha burung walet untuk melaporkan omzetnya dan membayar pajak.

“Akan kami kerahkan Satpol-PP, BPKAD, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Kodim, untuk turun ke lapangan memberikan pemahaman. Mulai tahun ini, setiap pengusaha burung walet wajib melaporkan omzetnya,” tuturnya.

 

[ar|ADS]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Pentingnya Kartu Identitas Anak, Disdukcapil Bontang Ajak Orangtua Membuatnya

26 Mei 2022 - 08:26 WITA

IMG 20220526 083831

Sistem Borongan Tenaga Kerja Terjadi Lagi, AH: Pengawasan Disnaker Minim

25 Mei 2022 - 17:18 WITA

IMG 20220525 181641

KTP Hilang atau Rusak, Warga Bontang Bisa Langsung ke Disdukcapil

25 Mei 2022 - 15:01 WITA

png 20220524 233513 0000

Diminta Rekrutmen Ulang, Disnaker: PT Wika Wajib Minta Maaf ke Warga Bontang

25 Mei 2022 - 14:43 WITA

IMG 20220525 154228

Oknum PNS Bontang Asyik Pesta Sabu Siang Bolong

25 Mei 2022 - 12:32 WITA

IMG 20220525 122940
Trending di Bontang