Samarinda Tunggu Zona Hijau untuk Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi. (Freepik)

MESKI Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur ancang-ancang membuka kembali aktivitas pendidikan di fase ketiga relaksasi per 1 Juli nanti, namun Dinas Pendidikan (Disdik) menegaskan kalau kegiatan pembelajaran tatap muka baru akan berlangsung setelah Kota Tepian mendapat status zona hijau COVID-19 dari pemerintah pusat.

“Pendidikan itu tidak bisa lepas pemerintah dan Tim Gugus COVID-19 di pusat. Jadi harus zona hijau dulu, sedangkan Samarinda sekarang belum masuk kategori itu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin, pada Sabtu, 20 Juni 2020.

Lanjut Asli, ketika Samarinda telah mendapatkan status zona hijau tetap ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Semisal physical distancing yang tak memungkinkan siswa duduk berdekatan satu dengan lainnya.

Selain itu, ruang belajar pun otomatis harus ditambah. Begitu pula dengan penambahan tenaga pendidik. Hal ini tidak mudah untuk dilakukan, sehingga pihaknya akan menerapkan pola belajar dengan sistem buka tutup.

“Kalau sudah zona hijau dan boleh tatap muka, maka nanti akan menggunakan sistem belajar buka tutup,” jelasnya.

Asli menjelaskan lebih lanjut, sistem buka tutup dilaksanakan dengan setengah jumlah siswa di suatu sekolah akan melakukan pembelajaran di ruang kelas, sementara separuh lainnya akan tetap belajar daring.

Jadwal masuk kelasnya pun akan diatur, seperti di Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2 dan tiga akan masuk pada Senin, maka kelas 3, 4 dan 6 akan masuk esok harinya.

“Karena yang bikin semua sistem ini berubah gara-gara aturan jaga jarak. Kalau masker tempat cuci tangan, hand sanitizer alat pengukur suhu tubuh pasti bisa kami penuhi semua,” tegasnya.

Asli menjelaskan pihaknya telah menyiapkan skema pembelajaran di masa pandemik ini dengan matang. Tidak hanya pembelajaran, masa orientasi siswa (MOS) juga akan dilangsungkan secara daring apabila Samarinda masih belum masuk zona hijau. MOS tidak harus dilaksanakan langsung di sekolah.

Ia juga mengungkapkan kegiatan MOS tak jauh berbeda dengan masa kelulusan saat ini dimana para siswa diberikan buku rapor dan bukti kelulusan dalam bentuk soft file, sebagai keterangan lulus dan melampirkannya pada sekolah baru yang hendak dituju.

“Tak perlu harus turun (ke sekolah), karena kami akan siapkan profil singkat sekolah dan dibagikan kepada para calon siswa,” pungkasnya. [*]

More Stories
Bapenda Bontang Relaksasi Pajak Hotel saat Pandemi