Samarinda Terbanyak, Mahulu Paling Sedikit Dapat Jatah Vaksin COVID-19

  • Whatsapp
Ilustrasi obat corona. (iStockphoto/nevodka)

VAKSIN Covid-19 akhirnya merapat di Samarinda melalui jalur darat. Sebelumnya penawar wabah corona ini tiba di Balikpapan, Selasa [5/1] pagi. Persisnya di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Jumlahnya ada 25.520 vaksin. Disimpan dengan alat pendingin.

“25.520 vaksin ini untuk nakes (tenaga kesehatan/tenaga medis) 10 kabupaten/kota di Kaltim,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Padilah Mante Runa kepada sejumlah media di Jalan Anggur, Samarinda tepatnya di gudang penyimpanan vaksin COVID-19.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dia menerangkan, puluhan ribu vaksin ini nantinya tak langsung didistribusikan. Hingga kini pihaknya masih menunggu lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dan saat ini lembaga tersebut masih menunggu hasil uji klinis tahap tiga.

Dasar inilah yang digunakan untuk menetapkan otorisasi penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin corona tersebut. Informasi dihimpun, dalam proses analisis tersebut BPOM tak sendiri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut ambil peran untuk audit halal, kemudian ada pula Bio Farma.

“Jika tuntas maka vaksin akan didistribusikan secara proporsianal ke kabupaten dan kota di Kaltim,” imbuhnya.

Meski demikian, vaksin corona ini belum bisa dinikmati masyarakat umum. Hanya tenaga kesehatan/tenaga medis saja yang bisa menerimanya. Maklum saja, mereka adalah garda terdepan hadapi virus corona selama sembilan bulan. Terhitung sejak Maret 2020 hingga kini.

Dari data terakhir ada 12.760 yang bakal menerima imunisasi ini. Dibagi dalam dua tahap. Penyalurannya pun menyesuaikan jumlah nakes. Samarinda dapat jatah paling banyak.

Detailnya begini, Samarinda 6 ribu dosis, Balikpapan 4.670, Kutai Kartanegara 3.400 dosis, Kutai Timur 2.600, Berau 1.800 Kutai Barat 1.750, Bontang dan Paser 1.700 dosis, Penajam Paser Utara 1.100 dan Mahakam Ulu 800 dosis.

“Jadi gak langsung dibagi semua. Bertahap. Masing-masing nakes bakal menerima dua kali vaksin,” tambahnya lagi.

Dia menambahkan, warga tak perlu khawatir mengenai vaksin. Semua pasti dapat. Kekhawatiran itu juga dialami semua masyarakat dunia. Kemudian selama menunggu kepastian dari BPOM, vaksin ini bakal disimpan di ruang pendingin gudang vaksin milik Dinas Kesehatan dengan suhu penyimpanan 2-8 derajat celsius sesuai persyaratan.

“Semua manusia di dunia ini berebut. Tapi alhamdulillah kita (Kaltim/Indonesia) bisa dapat,” pungkasnya.

 

 

[dn]

Pos terkait