Pranala.co, JAKARTA – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali mencatat penurunan tajam. Kamis pagi (31/7/2025), harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini ambles 6,06 persen ke level Rp 1.550 per saham.
Penurunan terjadi di sesi II papan pemantauan khusus full call auction (FCA) Bursa Efek Indonesia. Pada sesi I, saham CDIA sempat parkir di posisi stagnan.
Dari data perdagangan, total saham yang ditransaksikan mencapai 37,24 juta lembar dengan frekuensi 17.404 kali. Nilai transaksinya menembus Rp 59,48 miliar.
Tekanan jual semakin terasa. Data RTI per pukul 11.10 WIB menunjukkan adanya indicative best ask di level Rp 1.485 dengan volume lebih dari 50.000 lot. Artinya, banyak investor mulai antre menjual di harga lebih rendah.
Di pasar negosiasi, saham CDIA relatif lebih sepi. Namun, tetap tercatat ada transaksi besar: 110.000 lot di harga Rp 1.490, senilai Rp 16,39 miliar.
Ini adalah penurunan kedua secara berturut-turut sejak CDIA resmi melantai di bursa pada 9 Juli 2025 lalu. Sehari sebelumnya, saham ini juga ditutup merah setelah reli panjang pasca-IPO.
Menariknya, di tengah tren penurunan harga, dua direksi CDIA justru melakukan aksi beli saham.
Direktur Agus Lukmanul Hakim tercatat memborong 1,5 juta saham CDIA pada 25 Juli 2025 di harga Rp 1.290 per lembar. Total nilai transaksinya mencapai Rp 1,93 miliar. Sebelumnya, Agus tidak memiliki saham CDIA sama sekali. Kini ia menguasai 0,001% dari total saham beredar.
Langkah serupa juga dilakukan Direktur Merly. Ia membeli 4 juta saham CDIA pada 24 Juli di harga yang sama, Rp 1.290. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,16 miliar, kini Merly memiliki 0,003% saham perusahaan. (RE/DIAS)
















