Jakarta, PRANALA.CO – Musim haji 2025 semakin dekat. Di tengah persiapan itu, ada satu pesan penting yang disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief: jangan mudah tergiur tawaran berangkat ke Tanah Suci dengan visa non haji.
Pesan ini disampaikan Hilman usai melepas keberangkatan lebih dari 300 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi gelombang pertama di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (28/4/2025). Para petugas ini akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Daker Madinah.
“Saya dihubungi langsung Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mereka meminta Pemerintah Indonesia turut menyampaikan kesadaran kepada masyarakat tentang larangan penggunaan visa selain visa haji,” ujar Hilman menukil laman resmi Kemenag, Selasa (29/4/2025).
Menurut Hilman, pemerintah Arab Saudi mencatat banyak kasus calon jemaah yang tertipu. Mereka dijanjikan bisa berangkat ke Tanah Suci menggunakan visa yang diklaim aman, namun ternyata visa tersebut bukan visa haji resmi. Akibatnya, banyak calon jemaah yang akhirnya tidak bisa melaksanakan ibadah dengan layak, bahkan terancam deportasi.
“Banyak yang tidak sadar. Mereka diberi tahu bahwa visanya sudah keluar, padahal itu bukan visa haji. Ini yang sangat dikhawatirkan pemerintah Saudi,” ungkap Hilman.
Ia menekankan, Kerajaan Arab Saudi tahun ini sangat disiplin dalam menerapkan aturan haji. Setiap jemaah harus menggunakan visa haji resmi, tanpa kecuali. Pemerintah Saudi ingin memastikan pelayanan ibadah haji berjalan maksimal dan hanya jemaah yang memenuhi syarat sah yang bisa menunaikannya.
“Mereka begitu ketat terhadap regulasi. Ini bukan untuk mempersulit, tapi justru untuk menjaga kualitas layanan. Kita harus tunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi, baik di Indonesia maupun saat di Tanah Suci,” kata Hilman.
Ia berharap, pesan ini bisa segera sampai ke masyarakat luas, mengingat semakin dekatnya waktu keberangkatan haji.
"Jangan mudah percaya pada pihak yang menawarkan berangkat haji dengan visa non haji. Pastikan semua berkas, terutama visa, adalah resmi. Ini demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah," tandasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















