AZAB neraka digambarkan dalam Alquran dan hadis sebagai sesuatu yang begitu dahsyat hingga sulit dibayangkan manusia. Gambaran itu menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya ketika menghadap Allah SWT.
Surga memiliki para pencarinya, sedangkan neraka memiliki bahan bakarnya. Manusia menjalani kehidupan menuju salah satu dari dua tempat tersebut, sesuai dengan amal yang dikerjakannya.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ النَّاسِ يَغْدو، فَبائعٌ نَفْسَهُ، فَمُعْتِقُها أَو مُوبِقُها
“Setiap manusia berangkat pada pagi harinya; ada yang menjual dirinya lalu membebaskannya, dan ada pula yang menjual dirinya lalu membinasakannya.” (HR Muslim dari Abu Malik al-Haris bin Ashim al-Asy’ari RA).
Nabi Muhammad SAW juga pernah melihat neraka dan menggambarkan pemandangan tersebut sebagai sesuatu yang sangat mengerikan.
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ
“Aku melihat neraka. Aku belum pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada pemandangan hari ini.” (HR Bukhari dan Muslim).
Lantas, seperti apa gambaran azab neraka yang disebutkan dalam Alquran dan hadis?
1. Kulit Dibakar Berulang Kali
Salah satu gambaran azab neraka adalah kulit yang dibakar hingga matang, kemudian diganti kembali agar azab dapat terus dirasakan.
Allah SWT berfirman dalam QS An-Nisa’ ayat 56:
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًۭا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًۭا ٥٦
"Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS An-Nisa’: 56)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad disebutkan:
غِلَظَ جِلْدِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا
“Ketebalan kulitnya adalah tujuh puluh hasta.”
Gambaran tersebut menunjukkan betapa beratnya penderitaan yang disebutkan dalam berbagai dalil mengenai neraka.
2. Wajah Dilalap Api
Bentuk azab neraka berikutnya adalah wajah yang dilalap api. Wajah menjadi bagian tubuh yang memiliki berbagai indera sehingga gambaran tersebut memperlihatkan beratnya penderitaan yang akan dialami.
Allah SWT berfirman dalam QS Ibrahim ayat 50:
سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍۢ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ ٥٠
“Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka.”
Gambaran mengenai wajah yang terkena api juga disebut dalam QS Al-Anbiya’: 39 dan QS Al-Mu’minun: 104.
3. Diseret di Atas Wajah
Alquran juga menggambarkan manusia yang dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tersungkur di atas wajah.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra’ ayat 97:
وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِهِۦ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًۭا وَبُكْمًۭا وَصُمًّۭا ۖ مَّأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَـٰهُمْ سَعِيرًۭا ٩٧
"Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka." (QS Al-Isra’: 97).
Gambaran serupa terdapat dalam QS Al-Furqan: 34, QS An-Naml: 90, QS Al-Ahzab: 66, dan QS Al-Qamar: 48.
4. Disiram Air yang Mendidih
Bentuk azab neraka lainnya adalah hamim, yakni air yang sangat panas. Alquran menggambarkan air tersebut dituangkan dari atas kepala penghuni neraka.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Hajj ayat 19–20:
۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌۭ مِّن نَّارٍۢ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ ١٩ يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ ٢٠
"Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih. Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka.” (QS Al-Hajj: 19–20)
Gambaran mengenai hamim juga terdapat dalam QS Ad-Dukhan: 48–49, QS Ghafir: 71–72, QS Muhammad: 15, QS Al-An’am: 70, QS Al-Waqi’ah: 54–55, QS An-Naba’: 24–25, dan QS Al-Kahfi: 29.
5. Pakaian dari Api
Pakaian yang seharusnya melindungi tubuh justru menjadi bagian dari azab neraka.
QS Al-Hajj ayat 19 menyebutkan:
۞ هَـٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُوا۟ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌۭ مِّن نَّارٍۢ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ ١٩
"Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih." (QS Al-Hajj: 19).
Dalam QS Ibrahim ayat 50 juga disebutkan pakaian mereka dari qathiran dan wajah mereka ditutupi api neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Seorang perempuan yang meratap atas kematian, apabila ia tidak bertobat sebelum meninggal, akan dibangkitkan pada hari Kiamat dengan mengenakan pakaian dari qathiran dan baju zirah dari penyakit kulit.” (HR Muslim).
6. Belenggu dan Rantai Besi
Gambaran lainnya adalah penghuni neraka yang dibelenggu dengan rantai dan diseret ke dalam api.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Haqqah ayat 32:
ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍۢ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًۭا فَٱسْلُكُوهُ ٣٢
“Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.”
Ibnu Abbas RA berkata, “Rantai itu dimasukkan dari duburnya hingga keluar melalui kedua lubang hidungnya, sehingga ia tidak mampu berdiri di atas kedua kakinya.”
Ayat lain mengenai rantai dan belenggu disebut dalam QS Ar-Ra’d: 5, QS Saba’: 33, QS Yasin: 8, QS Ghafir: 71–72, dan QS Al-Insan: 4.
7. Terhalang dari Allah SWT
Di antara gambaran azab yang paling berat adalah kemurkaan Allah SWT dan terhalangnya mereka dari melihat-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Muthaffifin ayat 15–17:
كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍۢ لَّمَحْجُوبُونَ ١٥ ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ ١٦ ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ١٧
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan kepada mereka, ‘Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.’”
Ayat tersebut menyebutkan tiga bentuk azab: terhalang dari Allah SWT, dimasukkan ke dalam neraka Jahim, serta dicela dan dipermalukan karena mendustakan-Nya ketika hidup di dunia.
Hati mereka telah diliputi ran, yakni karat dosa yang menghitamkan hati. Akibatnya, pengenalan kepada Allah, pengagungan, rasa takut dan tunduk kepada-Nya, serta kecintaan kepada-Nya tidak lagi menembus hati mereka.
Ibnu al-Mubarak berkata:
“Allah Azza wa Jalla tidak menghalangi seseorang dari-Nya kecuali Dia akan mengazabnya.”
Berbagai gambaran azab neraka tersebut bukan sekadar gambaran tentang penderitaan, tetapi menjadi peringatan agar manusia memperhatikan amal dan kehidupannya.
Setiap manusia akan menemukan balasan dari apa yang dikerjakannya ketika menghadap Rabb-nya, Allah SWT. Karena itu, gambaran tentang neraka semestinya menjadi pengingat untuk memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan yang membawa kepada kebinasaan. (*)















