Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang serius menyiapkan Rumah Sakit Taman Sehat sebagai penopang baru layanan kesehatan masyarakat. Rumah sakit milik daerah tersebut akan menjalani renovasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp46 miliar, dikerjakan dalam satu paket terintegrasi sepanjang tahun ini.
Renovasi ini bukan proyek kecil. Bukan pula tambal sulam. Seluruh pekerjaan dirancang sekaligus agar rumah sakit dapat beroperasi secara optimal ketika diresmikan nanti.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan renovasi sengaja tidak dipecah ke dalam beberapa paket. Tujuannya agar pekerjaan lebih efektif, terukur, dan tidak meninggalkan celah kekurangan fasilitas.
“Renovasi ini kita paketkan satu. Tidak dipecah-pecah. Nilainya Rp46 miliar dan dilaksanakan tahun ini,” ujar Bahtiar, Selasa (20/1/2026).
Saat ini, Dinas Kesehatan masih berada pada tahap administrasi pengadaan. Tim teknis, termasuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), telah menyiapkan dokumen untuk diproses melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP), sejalan dengan kebijakan baru pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Prosesnya sudah berjalan. Sekarang semua kegiatan pengadaan wajib melalui ULP,” jelasnya.
Renovasi RS Taman Sehat akan menyasar berbagai fasilitas vital yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak. Mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), fasilitas laundry, hingga penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung layanan medis.
“Banyak item yang kita benahi dan lengkapi. UGD, laundry, serta fasilitas pendukung lainnya. Semua kekurangan sebelumnya kita penuhi,” kata Bahtiar.
Pemerintah Kota Bontang menargetkan seluruh pekerjaan rampung dan rumah sakit dapat diresmikan pada Agustus 2026. Namun, Bahtiar menegaskan bahwa tantangan terbesar tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Bukan hanya bangunannya. Kita juga harus menyiapkan alat kesehatan, sarana prasarana, dan yang paling berat adalah kesiapan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Untuk memastikan operasional rumah sakit berjalan maksimal, Dinas Kesehatan telah menyiapkan dua skema pemenuhan tenaga kesehatan. Pertama, melalui pemetaan dan penarikan tenaga dari puskesmas serta rumah sakit milik pemerintah. Kedua, melakukan rekrutmen tenaga kesehatan baru apabila kebutuhan belum terpenuhi.
“Total tenaga kesehatan yang dibutuhkan sebanyak 46 orang,” ujarnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















