PRANALA.co, BONTANG — Keceriaan liburan keluarga di kawasan wisata Bontang Kuala berubah menjadi duka mendalam. Edy Mariansyah (59), warga Samarinda, ditemukan tewas terapung setelah sebelumnya berenang seorang diri, Minggu (21/9/2025) pagi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.10 WITA. Edy yang menginap di salah satu penginapan atas air bersama keluarganya, memutuskan berenang bersama sang istri.
Namun, istrinya lebih dulu naik ke penginapan, sementara Edy tetap di air. Waktu terus berlalu tanpa tanda-tanda kepulangannya, hingga akhirnya warga dikejutkan dengan tubuh Edy yang sudah mengapung di perairan.
Kepala BPBD Bontang, Usman, menjelaskan pihaknya segera menurunkan tim setelah menerima laporan warga.
“Sekira pukul 09.35 WITA tim berangkat ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujarnya didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah.
Proses evakuasi melibatkan BPBD, kepolisian, PMI, dan masyarakat. Setelah berhasil diangkat dari laut, jenazah Edy dibawa ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah dan kemudian diteruskan ke RSUD Taman Husada.
“Kerja sama tim terpadu membuat evakuasi berjalan cepat,” tambah Usman.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan. Meski tampak tenang, laut menyimpan risiko, terlebih bila berenang seorang diri tanpa pengaman.
Penggunaan pelampung, kondisi tubuh yang prima, dan pengawasan antar rekan menjadi hal mutlak untuk mencegah musibah.
Bagi keluarga Edy, momen liburan yang seharusnya penuh tawa kini berganti duka mendalam sebuah peringatan pahit bahwa keselamatan di laut tidak boleh diabaikan. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








