SEORANG pelajar SMA yang terlibat kecelakaan dengan truk bermuatan semen dan sembako di tanjakan RSUD Taman Husada Bontang, Jalan S Parman, meninggal dunia, Rabu (27/5/2026) malam.
“Meninggal dunia tadi malam di RSUD Bontang, insya Allah dimakamkan pagi ini di pemakaman Sukarahmat, dekat Tugu Selamat Datang Bontang,” kata seorang tetangga korban yang mengetahui proses perawatan korban.
Sebagai pengingat, kecelakaan terjadi Sabtu (23/5/2026, sekira pukul 15.30 Wita, tak jauh dari simpang tiga RSUD Taman Husada—tepatnya dekat Gang Puskeswan, RT 29, Kelurahan Telihan. Jalan itu dikenal punya tanjakan yang curam dan ramai oleh lalu lintas warga menuju pusat kota.
Menurut keterangan saksi, korban mengendarai Honda Vario. Ia baru saja keluar dari rumahnya di kawasan Gang Banjar dan berniat menuju rumah temannya di pusat kota.
Saat melewati tanjakan, truk bermuatan semen dan sembako di depannya diduga mengalami patah as. Kendaraan berat itu mendadak kehilangan kendali, bergerak mundur, lalu menabrak motor korban.
Benturan keras membuat korban mengalami cedera serius. Tenaga medis menyebut ada retak tulang pipi kanan, retak tulang rusuk, dan dugaan gegar otak.
Korban sempat sadar dan direncanakan menjalani beberapa tindakan operasi, namun kondisinya memburuk hingga akhirnya berpulang pada Rabu malam.
Kasatlantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi membenarkan insiden tersebut.
“Benar, truk bermuatan semen dan sembako mengalami patah as lalu mengenai pengendara motor Vario. Saat ini korban masih dalam penanganan rumah sakit,” ujarnya.
Lingkungan sekitar kejadian masih menyisakan kegelisahan. Tanjakan dekat RSUD itu kerap padat oleh kendaraan berat yang keluar-masuk kawasan distribusi logistik.
Warga berharap ada langkah cepat: pemeriksaan laik jalan kendaraan angkut, pengaturan arus di tanjakan, hingga rambu peringatan ekstra bagi pengemudi dan pesepeda motor. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














