PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur alias Pemkab Kutim mulai menggelontorkan anggaran besar untuk mengejar percepatan pembangunan pada 2026. Sebanyak 13 proyek strategis resmi ditetapkan, dengan nilai miliaran rupiah yang tersebar untuk pembangunan pelabuhan, jalan, drainase, sekolah hingga fasilitas kesehatan.
Dari seluruh proyek yang masuk daftar prioritas, lanjutan pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta di Kenyamukan menjadi penyedot anggaran terbesar. Nilainya mencapai Rp53,250 miliar.
Angka itu menjadikan proyek pelabuhan sebagai tumpuan utama pembangunan Kutim tahun depan. Pemerintah daerah menilai pelabuhan memiliki peran penting untuk memperkuat konektivitas barang dan mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Tak hanya pelabuhan, sektor infrastruktur jalan juga menyerap anggaran jumbo.
Pemkab Kutim mengalokasikan masing-masing Rp19,525 miliar untuk rekonstruksi Jalan Jembatan Batu Balai–Teluk Baru, Jalan Manubar–Seriung, dan Jalan Simpang ADM 4 Rantau Pulung menuju puskesmas.
Proyek-proyek itu diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga dan akses pelayanan dasar masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan Rp23 miliar untuk pembangunan Rumah Baru Layak Huni. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas kawasan permukiman dan mengurangi lingkungan kumuh di sejumlah wilayah.
Masalah drainase yang selama ini menjadi keluhan warga perkotaan ikut mendapat perhatian serius.
Peningkatan drainase Jalan Kabo Jaya Desa Swarga Bara dianggarkan Rp17,750 miliar. Sedangkan peningkatan drainase Jalan Yos Sudarso I–Jalan Gajah Mada mendapat alokasi Rp15,975 miliar.
Tak kalah penting, pengembangan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pedesaan juga masuk proyek prioritas dengan nilai Rp15,975 miliar.

Anggaran tersebut diharapkan mampu memperluas akses air bersih bagi masyarakat di kawasan pedesaan yang selama ini masih terbatas.
Pada sektor ekonomi, Pemkab Kutim menyiapkan Rp14,2 miliar untuk pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) dan UMKM Centre.
Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat pelayanan publik sekaligus ruang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih berkembang dan terintegrasi.
Meski porsinya lebih kecil dibanding infrastruktur, sektor pendidikan dan kesehatan tetap mendapat alokasi anggaran.
Pembangunan Ruang Kelas Baru Persiapan SMPN 4 Telen di Desa Rantau Panjang dianggarkan Rp2,7 miliar. Sementara pembangunan RKB SDN 004 Sangkulirang mendapat Rp2 miliar.
Di sektor kesehatan, pembangunan Gedung Instalasi Farmasi Kabupaten kembali dilanjutkan dengan anggaran Rp2,268 miliar.
Penetapan 13 proyek strategis itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 600/K.124/2026 tentang Penetapan Proyek Strategis Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















