KUTAI TIMUR, Pranala.co – Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur (Dissos Kutim) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi sosial, menyusul viralnya dugaan penelantaran seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Dissos Kutim, Ernata, menyampaikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi Selasa (20/5/2025), yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Saat itu, seorang ODGJ berusia sekira 50 tahun dari Kecamatan Bengalon dibawa ke kantor Dissos Kutim untuk mendapatkan penanganan.
“Kami tidak pernah menelantarkan. Namun memang ada keterlambatan pelayanan karena petugas bidang rehabilitasi sosial sedang tidak berada di tempat,” ujar Ernata saat ditemui di Sangatta, Jumat (23/5/2025).
Ia mengaku langsung memerintahkan penanganan cepat begitu mendapat laporan.
“Saya langsung tegaskan kepada staf, ini manusia, bukan barang. Kalau barang ditinggal tidak apa-apa, tapi kalau manusia jangan. Harus ditangani secepatnya,” katanya menegaskan.
Menurut Ernata, pasien tersebut datang di siang hari dan sudah ditangani pada sore harinya. Ia pun menyesalkan informasi yang beredar seolah-olah ada unsur kesengajaan dalam penelantaran tersebut.
“Kami akui ada kendala teknis, tapi tuduhan penelantaran itu tidak benar. Kami bekerja dengan hati dan tetap memprioritaskan nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ernata menyampaikan bahwa masukan dan kritik dari masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi Dinsos Kutim dalam memperbaiki sistem pelayanan sosial, terutama dalam penanganan ODGJ.
“Kami terbuka terhadap kritik. Ini menjadi cambuk agar kami terus berbenah. Ke depan, evaluasi dan monitoring berkala akan lebih diperkuat,” jelasnya.
Dissos Kutim berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan kualitas layanan sosial demi memastikan seluruh warga. Terutama mereka yang rentan seperti ODGJ, mendapatkan perlakuan yang adil, manusiawi, dan cepat tanggap. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















