MENGECAT seluruh tubuh dengan warna perak demi sesuap nasi kini berakhir di rumah singgah. Seorang pemuda yang mengais rezeki sebagai manusia silver di Bontang terpaksa diangkut petugas.
Ia terjaring operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang di kawasan Simpang 4 Lok Tuan. Langkah tegas ini diambil setelah munculnya keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu.
Kepala Satpol PP Kota Bontang, Eddy Foreswanto, memastikan proses pengamanan dilakukan secara humanis. Pemuda yang ternyata berasal dari luar daerah itu langsung dibawa untuk didata.
”Kami bawa ke Rumah Singgah untuk menjalani pemeriksaan serta pendataan lebih lanjut,” ujar Eddy.
Di balik penertiban ini, ada fakta miris yang terungkap. Lapisan cat perak yang membungkus tubuh pemuda tersebut rupanya menyimpan ancaman besar bagi kesehatannya sendiri.
Eddy menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar penegakan aturan daerah. Ada misi penyelamatan di dalamnya, terutama dari bahaya zat kimia cat yang melekat pada kulit.
”Bahan cat yang digunakan dapat membahayakan kulit dan saluran pernapasan,” jelas Eddy. Menurutnya, anak-anak jalanan seperti ini lebih butuh perhatian dan pembinaan ketimbang sanksi hukum.
Kini, pemuda tersebut berada di bawah penanganan Dinas Sosial untuk mendapatkan pendampingan. Satpol PP berharap ia bisa kembali ke jalur hidup yang lebih baik dan aman.
Bersamaan dengan kasus ini, Eddy juga menitipkan pesan mendalam bagi warga Bontang. Ia meminta masyarakat untuk berhenti memberi uang kepada pengamen atau manusia silver di jalanan.
Bukannya membantu, uluran tangan langsung di jalan justru dinilai memperpanjang rantai eksploitasi. Jika ingin berbagi, warga disarankan menyalurkannya lewat lembaga sosial resmi.
”Penertiban ini adalah bentuk kepedulian agar mereka tidak terus hidup di jalan,” pungkas Eddy. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














