KUKAR, Pranala.co – Suara gemuruh tanah longsor membuyarkan malam warga Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim. Hujan deras mengguyur selama tujuh jam. Lalu, tanah yang pernah digali tambang ilegal bertahun-tahun lalu mulai bergerak. Tak butuh waktu lama, empat titik longsor menghantam permukiman.
Sebanyak 14 rumah terdampak, dan empat warga mengalami luka-luka, dua di antaranya luka berat dan kini dirawat di rumah sakit.
Longsor tak datang sendirian. Material lumpur dari bukit runtuh menutup aliran sungai, menyebabkan luapan air dan banjir mendadak yang merendam rumah-rumah.
“Prioritas utama kami saat ini adalah normalisasi aliran sungai, agar air tidak terus membanjiri permukiman,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, di Samarinda, Selasa (13/5/2025).
Apa yang terjadi di Loa Janan bukan semata bencana alam. Menurut Bambang, penyebab longsor diduga kuat akibat aktivitas tambang ilegal yang pernah berlangsung antara tahun 1999 hingga 2000.
Tambang itu kini sudah lama ditinggalkan—sekitar lima hingga enam tahun silam. Tapi lahan bekas tambang tak direklamasi, dibiarkan menganga tanpa perkuatan lereng. Kini, tanah yang dulu digali tanpa rencana, akhirnya ‘menagih janji’ lewat bencana.
“Ini bukan akibat tambang legal yang sekarang aktif. Tapi jejak buruk tambang ilegal masa lalu yang tidak ditangani dengan baik,” tegas Bambang.
Sayangnya, karena tambang tersebut bersifat ilegal dan tidak tercatat resmi, belum ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Sementara itu, pemerintah bergerak cepat dengan menggalang koordinasi lintas instansi.
Rapat koordinasi dijadwalkan pada Rabu (14/5/2025), melibatkan Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Perhubungan, Pemkab Kutai Kartanegara, serta perangkat desa dan kecamatan.
“Kami juga menggandeng Forum PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) perusahaan sekitar agar bisa turun langsung membantu warga,” kata Bambang. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















