Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan langkah besar dalam sektor pariwisata. Salah satunya, membangun penangkaran buaya yang diproyeksikan menjadi wisata edukasi baru di daerah tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mengungkapkan wacana itu masih dalam tahap kajian awal. Kajian dilakukan untuk melihat potensi teknis, lingkungan, hingga kelayakan ekonominya.
“Tahun ini kami buat dulu kajian perencanaannya. Siapa tahu ada investor yang tertarik mengelola penangkaran buaya,” ujar Noviari di Sangatta, Jumat (12/9/2025).
Program penangkaran buaya ini termasuk dalam 50 program unggulan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Namun, Noviari menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim.
Menurutnya, biaya pembangunan hingga operasional penangkaran cukup besar. Mulai dari penyediaan tenaga kerja terlatih hingga kebutuhan pakan buaya yang tidak sedikit.
“Pemkab Kutim tidak memungkinkan membentuk UPT Penangkaran Buaya. Itu akan lebih sulit. Jadi, akan lebih tepat bila melibatkan pihak ketiga,” jelasnya.
Karena itu, Pemkab Kutim berencana membuka peluang investasi bagi pihak swasta. Investor diharapkan dapat mengelola penangkaran secara profesional sekaligus menjadikannya daya tarik wisata.
Hingga kini, lokasi pembangunan penangkaran belum ditentukan. Pemkab masih menunggu hasil kajian teknis, termasuk ketersediaan pakan.
“Membangun penangkaran buaya itu harus siap dengan makanannya. Bayangkan berapa banyak daging ayam yang dibutuhkan. Jadi, kita masih buat kajiannya,” tambah Noviari.
Jika terealisasi, penangkaran buaya ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Konsepnya tak hanya sekadar konservasi, tapi juga edukasi.
Pemkab Kutim mencontohkan Penangkaran Buaya Teritip di Balikpapan yang sudah dikenal luas dan menjadi destinasi wisata populer di Kalimantan Timur.
“Harapannya Kutim juga bisa punya destinasi serupa. Selain melestarikan satwa, juga memberi nilai tambah ekonomi,” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















