Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan langkah berani dalam membangun daerah. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memastikan pembangunan kini dimulai dari satuan terkecil masyarakat — rukun tetangga (RT).
Melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD), setiap RT di Kutim akan mendapat dana Rp250 juta per tahun. Tujuannya jelas: mempercepat pembangunan lingkungan, menekan kemiskinan, dan menurunkan angka stunting dari akar masalahnya.
“Kami telah menyiapkan lebih dari Rp400 miliar untuk disalurkan langsung ke tingkat RT,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Jumat (17/10/2025).
Program ini diatur dalam Peraturan Bupati Kutim Nomor 13 Tahun 2025. Fokusnya adalah mendorong pembangunan masyarakat di tingkat RT hingga desa, dengan cara yang lebih mandiri dan partisipatif.
Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Misalnya, perbaikan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan umum, hingga penyediaan air bersih komunal bagi wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.
“Saya percaya, kalau RT difasilitasi dengan baik, mereka bisa berkreasi sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing,” kata Ardiansyah.
Meski demikian, dana sebesar itu tidak langsung dipegang oleh pengurus RT. Bupati menegaskan, seluruh administrasi keuangan tetap dikelola oleh pemerintah desa atau kelurahan.
Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran berjalan transparan dan akuntabel.
“Saya ingatkan agar kepala desa dan lurah tidak bermain dengan dana RT. Gunakan sesuai hasil musyawarah bersama warga,” tegas Ardiansyah.
Tercatat, ada 1.860 RT di 18 kecamatan di Kutai Timur yang menjadi penerima manfaat program ini.
“Beberapa kepala daerah dari luar Kutim bahkan sudah menyatakan minat untuk studi banding melihat mekanismenya,” ungkap Bupati.
Dengan dana Rp250 juta per RT, pemerintah berharap pembangunan di Kutai Timur tak lagi menunggu program besar dari pusat. Sebaliknya, perubahan justru dimulai dari lingkungan kecil, tempat warga tinggal, beraktivitas, dan membangun masa depan bersama.
“Kalau RT kuat, maka desa juga kuat. Dari situ pembangunan daerah akan lebih cepat dan merata,” tutup Ardiansyah. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










