Pranala.co, PENAJAM – Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) berinisial SA (14), warga Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis (12/2/2026) sore.
Peristiwa itu kini dalam penanganan aparat kepolisian. Kapolsek Babulu, Ridwan Harahap, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Menurut Ridwan, jasad korban pertama kali ditemukan bibinya sekira pukul 17.05 Wita. Saat itu, sang bibi datang untuk mengantar adik korban pulang ke rumah.
Namun, kondisi rumah yang tertutup rapat menimbulkan kecurigaan. Panggilan dari luar tidak mendapat respons. Pintu depan digedor berulang kali, tetapi tetap tidak ada jawaban.
Keluarga kemudian memutuskan masuk melalui pintu belakang dengan cara mendobrak. Setelah berhasil masuk, saksi sempat mengira korban hanya berdiri di area dapur.
“Saat ditegur dan tidak menjawab, saksi baru menyadari bahwa korban sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas tali,” ujar Ridwan.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya tengah berada di rumah sakit karena ayah korban sedang menjalani perawatan medis.
Petugas kepolisian segera mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis. Berdasarkan estimasi tenaga kesehatan, korban diduga telah meninggal dunia sekitar lima jam sebelum ditemukan.
“Diduga korban meninggal sekira pukul 13.00 Wita, merujuk pada kondisi jenazah saat pemeriksaan,” kata Ridwan.
Polisi juga menelusuri aktivitas terakhir korban, termasuk melalui telepon genggamnya. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diketahui masih sempat memperbarui status di media sosial sekitar pukul 10.00 Wita pada hari yang sama.
Korban tercatat sebagai pelajar kelas VII SMP. Dari informasi keluarga, tidak ada perubahan sikap mencolok yang terlihat sebelum kejadian. Namun demikian, aparat tetap mendalami berbagai kemungkinan penyebab peristiwa tersebut.
Sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari keluarga dan pihak terkait guna memastikan kronologi serta latar belakang kejadian secara utuh. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















