GELOMBANG laut di sejumlah perairan Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran, terutama menggunakan kapal berukuran kecil, dinilai belum aman.
Peringatan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah tinggi gelombang di perairan Kaltim mencapai kisaran 1,25 hingga 2 meter atau masuk kategori sedang. Meski terdengar tidak ekstrem, kondisi tersebut sudah cukup berisiko bagi nelayan maupun kapal kecil yang beroperasi di laut.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan peningkatan gelombang dipicu aktivitas Siklon Tropis Bavi yang berkembang di wilayah utara Filipina.
Pengaruh siklon itu diperkuat oleh aktifnya Monsun Australia yang meningkatkan kecepatan angin di sejumlah perairan Kaltim, mulai dari Selat Makassar, Balikpapan hingga Penajam.
“Keberadaan Siklon Tropis Bavi mempercepat angin di sekitar perairan Kalimantan Timur sehingga memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dibanding kondisi normal,” kata Huda, Jumat (10/7/2026).
BMKG memperkirakan pengaruh Siklon Tropis Bavi masih akan terasa hingga beberapa hari ke depan sebelum sistem tersebut bergerak menuju daratan China dan melemah.
Selama periode tersebut, potensi gelombang kategori sedang diperkirakan tetap terjadi hingga 12-13 Juli 2026.
Artinya, masyarakat yang beraktivitas di laut masih perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama nelayan tradisional yang mengandalkan kapal berukuran kecil.
Menurut Huda, kondisi gelombang saat ini sudah masuk kategori waspada bagi kapal kecil.
Karena itu, nelayan disarankan menunda aktivitas melaut sampai kondisi laut kembali stabil. Adapun kapal berukuran lebih besar masih dapat beroperasi dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG.
“Kapal kecil memang tidak direkomendasikan berlayar pada kondisi seperti ini,” ujarnya.
BMKG memastikan pembaruan informasi gelombang tinggi terus dilakukan setiap hari.
Peringatan dini untuk tiga hari ke depan dipublikasikan melalui layanan BMKG Maritim agar dapat menjadi acuan bagi nelayan, operator kapal, hingga masyarakat pesisir sebelum melakukan aktivitas di laut.
Peringatan BMKG ini muncul setelah gelombang tinggi dilaporkan menyebabkan kerusakan di kawasan pesisir Balikpapan.
Pada Jumat pagi, tiga rumah dilaporkan ambruk dan satu rumah lainnya terdampak akibat terjangan gelombang laut di Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan kondisi laut bukan hanya berdampak pada aktivitas pelayaran, tetapi juga dapat mengancam keselamatan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca, mengikuti peringatan dini BMKG, serta menghindari aktivitas di laut apabila kondisi gelombang masih berpotensi membahayakan. (*)
















