GELOMBANG tinggi dan potensi banjir rob diperkirakan mengancam wilayah pesisir Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim dalam beberapa hari ke depan. Mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Peringatan ini menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut gelombang di perairan Kalimantan Timur berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada 8–13 Juli 2026. Kondisi itu diperkirakan masih dipengaruhi pola angin dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.
Kepala BPBD Bontang, Usman, bilang ancaman tidak hanya berasal dari gelombang tinggi. Fenomena Super New Moon yang diperkirakan terjadi pada 14 Juli 2026 juga berpotensi meningkatkan pasang air laut maksimum sehingga memicu banjir pesisir atau rob.
“Fenomena tersebut dapat meningkatkan pasang maksimum air laut dan berpotensi menyebabkan banjir rob di kawasan pesisir,” ujar Usman didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Kaspul Anwar, Jumat (10/7/2026).
Mengantisipasi kemungkinan itu, BPBD telah berkoordinasi dengan kelurahan-kelurahan pesisir agar aktif menyampaikan informasi kewaspadaan kepada masyarakat.
Imbauan itu ditujukan terutama kepada nelayan yang akan melaut serta warga yang tinggal di kawasan rawan terdampak rob.
“Kami minta informasi ini diteruskan kepada nelayan dan masyarakat pesisir agar mereka lebih waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” kata Usman.
Bontang Kuala Jadi Wilayah Prioritas
Kaspul Anwar menjelaskan, kawasan Bontang Kuala menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap banjir rob saat air laut mencapai pasang maksimum.
Selain sosialisasi secara langsung, BPBD juga memanfaatkan grup WhatsApp sebagai jalur penyebaran informasi agar peringatan bisa diterima masyarakat lebih cepat.
“Kami memanfaatkan berbagai saluran komunikasi agar informasi dapat segera diterima warga,” ujarnya.
Meski potensi cuaca ekstrem meningkat, BPBD memastikan hingga Jumat (10/7/2026) belum menerima laporan kejadian akibat gelombang tinggi maupun banjir rob di wilayah Bontang.
“Alhamdulillah sampai saat ini kondisi masih aman dan belum ada laporan bencana. Kami berharap masyarakat tetap waspada, baik yang melaut maupun yang tinggal di pesisir,” tutur Usman.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat pasang maksimum. Serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut maupun di sekitar pantai. (*)
















