Kilang Minyak Bontang Masuk PSN, Pemkot Tancap Gas Koordinasi ke Gubernur

  • Whatsapp
Pjs Wali Kota Bontang, Riza Indra Riadi memimpin rapat koordinasi lintas OPD, Senin (28/9/2020)

PRANALA.CO, Bontang – Kabar proyek kilang minyak Bontang masuk daftar teratas Proyek Srategis Nasional (PSN) dibenarkan Pemkot Bontang. Pemkot pun bakal komunikasi lanjutan dengan Gubernur Katim, Isran Noor hingga membereskan masalah lahan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Gubernur membahas langkah ke depan. Kami menerima informasi itu senang, tentu ini membahagiakan kami di daerah ini,” ujar Pjs Walikota Bontang, Riza Indra Riadi, Senin (30/11).

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Pemkot melalui Tim Percepatan Pembangunan Kilang bakal fokus menginventarisir soal lahan. Dua opsi lahan yang sejauh ini disiapkan pemerintah daerah, masih diwarnai dengan masalah-masalah teknis.

Keduanya adalah lahan milik Lembaga Manajemen Aset Negara ( LMAN ) yang sekarang digunakan PT Badak LNG dan lahan di Bontang Lestari.

“Apa masalahnya kita lihat. Mana porsi Pemda, mana porsi pemerintah pusat. Pemda akan kita percepat, khususnya koordinasi semua sektor. Akan menyesuaikan itu dengan baik. Bottle neck yang ada akan kita selesaikan,” ungkapnya.

Dia mengaku bertahannya mega proyek itu di PSN, bukti bahwa presiden masih menaruh prioritas pembangunan di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sepanjang Perpres belum dicabut, peluangnya masih ada.

Kendati belum ada surat resmi dari pusat ke daerah, namun informasi tersebut sudah cukup membuat lega nafas warga Bontang.

Kehadiran kilang minyak ditambahkan untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Bontang, Kalimantan Timur

“Dari dulu kita yakinlah itu (Kilang Minyak) bisa dibangun di Bontang. Ini tak lepas dari kerja Tim Percepatan. Artinya kita terus komunikasi. Belum ada surat resmi dari pusat. Soal investor baru. Nanti kita akan komunikasi dengan pusat karena bukan wewenang kita,” urainya.

Untuk diketahui, ada 2 lokasi yang disiapkan Pemkot Bontang sejauh ini. Pertama lahan milik Lembaga Manajemen Aset Negara(LMAN), yang sekarang digunakan PT Badak LNG.

Apabila menggunakan lahan PT Badak LNG, maka tak perlu merogoh anggaran untuk membangun pelabuhan dan bandara khusus lagi. Dari informasi yang dihimpun, luas lahan tersebut sekira 450 hektare.

Pilihan lokasi kedua, bila membutuhkan lahan lebih dari 450 hektare, pemerintah kota Bontang juga menyiapkan lahan di Bontang Lestari.

Informasi yang didapat mampu mencukupi kebutuhan luasan lahan hingga seribu hektare. Status lahan di sana sudah tuntas, hanya saja ada 60 hektare masih harus dilakukan pelepasan aset pemerintah kota, yakni eks Lapangan Terbang Layang.

 

 

[js|tk]

Pos terkait