Menu

Mode Gelap

Bontang · 10 Mar 2021 00:41 ·

Kekerasan Seksual Anak di Bontang Memprihatinkan


					ANGGOTA DPRD BONTANG, YASSIER ARAFAT. Perbesar

ANGGOTA DPRD BONTANG, YASSIER ARAFAT.

pranala.co, BONTANG – Angka kekerasan seksual anak bawah umur menjadi perhatian DPRD Bontang. Dinas terkait diminta lebih aktif melakukan penyuluhan maupun sosialisasi. Sehingga bisa menekan kasus kekerasan.

Anggota DPRD Bontang, Yassier Arafat prihatin bertambahnya kasus tersebut. Meski begitu, ia juga mengimbau kepada orangtua agar menjaga anaknya agar terhindar dari pelecehan seksual.

“Salah satu faktornya tentu dari pergaulan. Sinergi pemerintah maupun orangtua harus dilakukan. Supaya kekerasan seksual ini tidak lagi terjadi pada anak,” katanya, Selasa (9/3).

Lemahnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak juga sangat rentan menimbulkan kasus kekerasan seksual. Sementara itu, dia mengatakan untuk memberi efek jerah kepada pelaku harus dihukum sesuai perbuatannya.

“Secara pribadi saya pprihatin dengan semakin maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur. Tapi perlu diingat, hukum harus disesuaikan dengan pelaku agar bisa jerah,” tutur politisi Golkar ini.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, pada 2020 angka kekerasan seksual anak bawah umur masih mendominasi. Yakni sebanyak 35 kasus.

Adapula kekerasan fisik 13 kasus, psikis 2, penelantaran 11 kasus, dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 1 kasus, hak asuh anak 1, anak berkonflik dengan hukum 22, anak dengan Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) 1, dan saksi anak 6 kasus.

Jika diakumulasi, tahunn2020 sebanyak 92 kasus yang ditangani DPPKB Bontang. Angka itu mengalami lonjakan jika dibandingkan 2019 lalu, yaitu 60 kasus. Semua laporan telah diproses sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak yang langsung naik sampai pengadilan.

Namun ada juga yang ditangani dengan proses restoratif. Artinya pelaku hanya dilakukan pembinaan dan diserahkan pendampingan melalui Lembaga Perlindungan Anak (LPA) karena pelaku masih bawah umur.

 

[AR|ADS]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Oknum Pejabat Bontang Tersandung Kasus Narkoba Dapat Penangguhan Tahanan

5 Juli 2022 - 19:15

oknum pejabat

6.024 Usia Pemula di Bontang Belum Perekaman KTP-el

5 Juli 2022 - 18:04

pranala. 1

Kaltim “Blackout”, Sinyal Ponsel Ikut Hilang

5 Juli 2022 - 16:50

blackout

Jebola Peduli, Layanan bagi Warga Sakit dan Lansia di Bontang

5 Juli 2022 - 09:13

Jebola Peduli Layanan bagi Warga Sakit dan Lansia di Bontang

“Pelanduk Sakti”, Pelayanan Tanpa Antre ala Disdukcapil Bontang

5 Juli 2022 - 07:08

Pelanduk Sakti Pelayanan Tanpa Antre ala Disdukcapil Bontang

Prakiraan Cuaca di Wilayah Kaltim Selasa 5 Juli 2022

5 Juli 2022 - 06:15

suasana bmkg
Trending di Kaltim