• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ibu di Balikpapan Kurung 3 Putrinya dalam Kamar Digembok selama Setahun

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Juni 2022 | 00:24
Reading Time: 3 mins read
2
Ibu di Balikpapan Kurung 3 Putrinya dalam Kamar Digembok selama Setahun

Petugas dan warga melakukan pembukaan pintu untuk menyelamatkan ketiga anak yang dikurung di dalam rumah.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BALIKPAPAN, pranala.co – Peristiwa pengurungan anak dalam rumah menggemparkan warga Perumahan Sosial, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Seorang ibu diduga mengurung ketiga anaknya dalam kamar dengan pintu digembok selama kurang lebih setahun terakhir.

Informasi diperoleh ketiganya merupakan anak perempuan berusia 6, 10 dan 14 tahun. Saat ditemukan warga bersama petugas, kondisi mereka tampak memprihatinkan. Bahkan mereka sampai histeris saat petugas datang.

PILIHAN REDAKSI

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

10 Juli 2026 | 16:37
Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

10 Juli 2026 | 14:56

BACA JUGA: Tiap Daerah di Kaltim Pamerkan Teknologi Tepat Guna Unggulan

Kasus ini terungkap setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Balikpapan didampingi TNI-Polri, bersama aparatur pemerintah setempat dan disaksikan warga mendatangi lokasi rumah yang menjadi tempat korban dikurung.

Mereka membuka pintu kamar yang digembok dari luar. Kondisi kamar tempat ketiga anak ditempatkan pun tidak layak. Mulai dari ukuran ruangan yang sempit hingga minimnya sirkulasi udara.

Ketua RT setempat Alpirawan mengatakan, perilaku ibu kandung mulanya terungkap melalui laporan sejumlah tetangga korban yang curiga. Sebab mereka tidak pernah melihat ketiga anak beraktivitas di luar rumah.

“Dari setahun lalu anak pertamanya gak pernah turun sekolah. Di situ awalnya saya curiga. Pihak sekolah juga pernah datangke saya menanyakan hal itu,” ujarnya, Jumat (24/6/2022).

Namun ketika dia menanyakan langsung kepada orang tuanya, dikatakan ketiga putrinya telah dipindahkan sekolah ke Jawa. Dia pun belum puas, sebab aktivitas orangtua korban semakin hari kian tertutup di lingkungan tempat tinggalnya.

“Rupanya selain saya, sudah ada juga warga lain yang melaporkan begitu,” ucapnya.

Menurut penuturannya, ketiga korban saat ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan badan gemetar di atas tempat tidur. Wajah ketiga anak perempuan itu pucat.

“Wajahnya pucat semua, mungkin karena gak pernah kena sinar matahari,” katanya.

Sementara Kepala UPTD PPA Balikpapan Esti Santi Pratiwi mengungkapkan, kedua orang tua korban sedang menghadapi masalah rumah tangga hingga pisah ranjang beberapa waktu ini. Sang ayah sehari-harinya bekerja di toko bangunan.

Sementara ibunya bekerja di laundry. Ketiga anak itu terkurung dalam kamar yang terkunci dengan beberapa gembok di bagian luar. Esti mengaku sebelumnya telah mendapat beberapa laporan warga mengenai hal tersebut. Namun dia memilih waktu yang tepat untuk mengungkap perilaku orang tua korban.

“Soalnya jendela selalu ditutup kain gelap, di belakang (rumah) juga tertutup, jadi tidak ada space untuk mengetahui kondisi si anak. Sementara orang tuanya sulit ditemui. Nah, kebetulan pas kemarin, Pak RT menghubungi pemilik rumah karena mereka menyewa di situ, jadi kita bisa masuk,” ujar Esti.

Saat petugas gabungan beserta sejumlah warga berhasil masuk ke dalam, ketiga anak tersebut langsung menangis histeris. UPTD PPA segera membawa ketiganya ke rumah aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis.

“Hak tumbuh kembang, hak bermain, hak beraktivitas dan hak sekolah ketiga anak ini tidak terpenuhi. Makanya mereka kami bawa dan disaksikan bapak kandungnya,” ucapnya.

Sehari berselang, sang ibu baru mendatangi UPTD PPA dengan maksud menjemput kembali anaknya. Namun, Esti menolak permintaan tersebut. Si ibu sempat membantah kondisi ketiga anaknya pucat dengan berdalih kulit mereka memang putih.

“Nah putih itu beda dengan pucat karena tidak kena sinar matahari. Kalau anak pertama dan kedua lebih banyak diam, kalau yang kecil itu nangis. Jadi kita lakukan pendampingan dulu,” katanya.

BACA JUGA: Luhut: Beli Minyak Goreng Rp 14 Ribu Pakai PeduliLindungi atau NIK

Sampai dengan saat ini, Esti belum dapat memastikan kapan para korban diserahkan kembali kepada orang tuanya. Dia pun masih khawatir kejadian serupa akan terulang kembali.

“Pasti akan kami kembalikan, cuma tidak ke ibunya. Kami akan cari keluarganya yang mau bertanggung jawab. Nanti kami panggil, bikin surat pernyataan dan jangan sampai hal ini terulang lagi,” ujar Esti. (das/re)

Tags: BalikpapanDikurungHeadlineIbu KandungKalimantan TimurKaltim
Previous Post

Wali Kota Bontang Dorong Sistem SIAK Terpusat

Next Post

Luhut: Beli Minyak Goreng Rp 14 Ribu Pakai PeduliLindungi atau NIK

BACA JUGA

3 Tahun Bekerja, Pengasuh Anak di Samarinda Curi Berlian Majikan Rp300 Juta

3 Tahun Bekerja, Pengasuh Anak di Samarinda Curi Berlian Majikan Rp300 Juta

10 Juli 2026 | 19:47
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Banyak Orangtua Telanjur Beli Sendiri, DPRD Kutim Desak Pemkab Evaluasi Bantuan Seragam Sekolah

Banyak Orangtua Telanjur Beli Sendiri, DPRD Kutim Desak Pemkab Evaluasi Bantuan Seragam Sekolah

10 Juli 2026 | 17:18
Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Pemkot Kaji Relokasi Warga

10 Juli 2026 | 16:37
Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

Detik-Detik Mencekam, Tiga Rumah di Balikpapan Ambruk ke Laut saat Azan Subuh

10 Juli 2026 | 14:56
RSUD Bontang Overkapasitas, Rencana Pembangunan Gedung C Mulai Digodok

RSUD Bontang Overkapasitas, Rencana Pembangunan Gedung C Mulai Digodok

10 Juli 2026 | 09:38
Next Post
Luhut: Beli Minyak Goreng Rp 14 Ribu Pakai PeduliLindungi atau NIK

Luhut: Beli Minyak Goreng Rp 14 Ribu Pakai PeduliLindungi atau NIK

Comments 2

  1. Ping-balik: Tiga Orang Ditikam, Terkapar di Simpang Lampu Merah Berbas - pranala.co
  2. Ping-balik: Dua Pelajar SD di Balikpapan Tewas Terlindas Truk Barang - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen Tiket Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Tarif Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional

Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen

3 Juli 2026 | 19:20
Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44

Terbaru

Kisah "Tengok Tetangga" di Bontang Kuala, Urunan Gaji demi Lansia Sakit

Kisah “Tengok Tetangga” di Bontang Kuala, Urunan Gaji demi Lansia Sakit

10 Juli 2026 | 20:16
3 Tahun Bekerja, Pengasuh Anak di Samarinda Curi Berlian Majikan Rp300 Juta

3 Tahun Bekerja, Pengasuh Anak di Samarinda Curi Berlian Majikan Rp300 Juta

10 Juli 2026 | 19:47
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

Tangis Nagita Slavina Pecah di BEI, Saham RANS Resmi IPO dan Langsung ARA!

10 Juli 2026 | 18:39
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved