WAKTU pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur Porprov Kaltim 2026 memang masih cukup panjang. Namun bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur (Kutim), persiapan tidak bisa ditunda.
Cabang olahraga yang sukses menyumbang dua medali emas pada Porprov sebelumnya itu mulai mengintensifkan latihan bagi 16 atlet putra dan putri. Targetnya jelas: mempertahankan tradisi prestasi sekaligus menambah pundi-pundi emas untuk kontingen Kutim.
Ketua FAJI Kutim, Pandi Widiarto, mengatakan proses pembinaan dilakukan lebih awal agar atlet memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan dan membangun kekompakan tim.
“Untuk sementara kami menyiapkan sekitar 16 atlet putra dan putri. Jumlah ini masih bisa menyesuaikan dengan kuota yang nantinya ditetapkan oleh kontingen Porprov, sehingga masih memungkinkan terjadi perubahan,” kata Pandi di Sangatta, Jumat (12/6/2026).
Arung jeram selama ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kutim dalam ajang olahraga tingkat provinsi. Karena itu, sejumlah nomor unggulan kembali menjadi fokus persiapan.
Atlet yang diproyeksikan tampil di Porprov akan dipersiapkan untuk nomor head to head, R4, dan R6. Ketiga nomor tersebut kerap menjadi penyumbang medali bagi Kutim dalam berbagai kejuaraan.
Tak hanya mengasah fisik, program latihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis, kecepatan, ketangkasan, serta koordinasi antaratlet di atas perahu.
Menurut Pandi, kekompakan tim menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan hasil pertandingan. Karena itu, latihan dilakukan secara berkelanjutan dengan porsi yang disesuaikan kebutuhan atlet.
Meski mengejar prestasi, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama latihan berlangsung.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Atlet selalu menggunakan perlengkapan keselamatan dan latihan lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan teknik, ketangkasan, serta kekompakan tim,” ujarnya.
FAJI Kutim juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil dan pengalaman pada Porprov VII Kalimantan Timur di Berau.
Evaluasi tersebut menjadi bahan penting untuk menyusun strategi menghadapi persaingan yang diperkirakan semakin ketat pada Porprov 2026.
Modal optimisme datang dari capaian sebelumnya. Saat berlaga di Berau, atlet arung jeram Kutim berhasil mempersembahkan dua medali emas untuk daerah.
Prestasi itu kini menjadi motivasi baru bagi para atlet muda yang tengah dipersiapkan.
Keseriusan pembinaan juga terlihat dari langkah FAJI Kutim menghadirkan pelatih dari Jawa Barat yang memiliki pengalaman membina atlet hingga level nasional dan internasional.
Kehadiran pelatih tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas atlet, tetapi juga memperkuat kapasitas pelatih lokal melalui transfer pengetahuan dan pengalaman.
Bagi FAJI Kutim, membangun prestasi tidak cukup hanya mengejar medali dalam satu ajang. Pembinaan atlet lokal tetap menjadi fondasi utama yang ingin dijaga.
“Kami ingin atlet-atlet Kutai Timur berkembang dan mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Target kami tentu meraih emas sebanyak-banyaknya sekaligus mencetak atlet lokal yang bisa menjadi kebanggaan daerah,” tegas Pandi. [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















