BONTANG, Pranala.co — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Dalam paparannya, Neni menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan bagi Kota Bontang setelah sempat mengalami kontraksi ekonomi pada tahun sebelumnya.
Laju pertumbuhan ekonomi berhasil berbalik arah dan tumbuh positif sebesar 3,21 persen. Lebih dari sekadar angka, pertumbuhan tersebut mencerminkan transformasi struktur ekonomi daerah. Sektor non-migas tampil sebagai motor baru dengan pertumbuhan mencapai 6,33 persen, menandai mulai berkurangnya ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Di saat yang sama, kualitas hidup masyarakat turut menunjukkan peningkatan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bontang mencapai angka 83,04, masuk dalam kategori sangat tinggi. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran menjadi indikator lain yang menguatkan arah positif tersebut.
Jumlah penduduk miskin berkurang dari 7.110 jiwa pada 2024 menjadi 6.180 jiwa pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 6,36 persen.
“Capaian ini menegaskan bahwa berbagai program pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, mulai memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujar Neni di Bontang, Senin (30/3/2026).
Di bidang keuangan daerah, Pemerintah Kota Bontang menunjukkan kinerja yang solid dan terukur. Pendapatan Daerah yang ditetapkan dalam perubahan APBD Tahun 2025 sebesar Rp2,890 triliun, dalam pelaksanaannya dapat direalisasikan sebesar Rp2,846 triliun atau 98,47 persen.
Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp2,951 triliun yang difokuskan pada penguatan infrastruktur dan pelayanan publik.
Kekuatan pembangunan Bontang tidak hanya terletak pada angka makro. Di baliknya, terdapat berbagai program strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Di sektor pendidikan, ribuan siswa menerima bantuan perlengkapan sekolah, sementara ratusan guru mendapatkan dukungan perangkat teknologi. Transformasi digital juga dipercepat melalui distribusi papan tulis pintar dan tablet di sekolah-sekolah.
Pada sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) 100 persen memastikan seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan. Program “Gercep Zero Stunting” turut memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko, balita, hingga remaja putri.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur terus digencarkan melalui program penerangan jalan, perluasan jaringan gas rumah tangga, hingga peningkatan akses air bersih dan sanitasi. Penataan kawasan kota dan rehabilitasi rumah tidak layak huni juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Di bidang ekonomi kerakyatan, dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diwujudkan melalui Kredit Bontang Kreatif tanpa bunga, serta penguatan gerakan ekonomi berbasis lingkungan melalui ratusan bank sampah. Program sosial dan kesejahteraan pun terus diperluas, mulai dari peningkatan insentif penggiat agama hingga perlindungan jaminan sosial bagi pengurus RT.
Tak hanya itu, daya saing ekonomi lokal diperkuat melalui pembinaan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Pengembangan destinasi wisata bahari seperti Bontang Kuala dan Beras Basah menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Seluruh capaian tersebut turut diperkuat dengan dukungan terhadap Program Strategis Nasional. Kota Bontang bahkan telah mencapai status Zero Kemiskinan Ekstrem, sekaligus mengoperasikan belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis. Upaya ketahanan pangan, pengembangan koperasi, hingga penyediaan lahan untuk program nasional juga terus diakselerasi.
Kerja kolektif ini pun berbuah pengakuan. Sepanjang 2025, Kota Bontang berhasil meraih 16 penghargaan bergengsi di tingkat regional dan nasional, mulai dari bidang tata kelola pemerintahan, keterbukaan informasi, hingga pembangunan berkelanjutan.
Di akhir penyampaiannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi bersama.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi. Ke depan, sinergi harus terus diperkuat untuk mewujudkan Bontang yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tuturnya. (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














