Pranala.co, BONTANG – Penerapan kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Bontang mulai terasa hasilnya. Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dinilai meningkat.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriani, menyebut keberadaan ETLE membuat pengendara lebih berhati-hati. Khususnya di titik jalan yang sudah terpasang kamera.
“Kalau biasanya pengendara patuh hanya saat ada petugas, sekarang karena ada kamera, warga jadi lebih taat aturan,” ujar Widho didampingi Kasat Lantas AKP Purwo, Rabu (27/8/2025).
Meski tingkat kepatuhan meningkat, bukan berarti pelanggaran hilang sama sekali. Setiap hari, kamera ETLE masih merekam puluhan pelanggar.
Jenis pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu kendaraan, serta pengemudi mobil yang abai menggunakan sabuk pengaman.
“Rata-rata ada 20 sampai 30 pelanggaran per hari. Kebanyakan terjadi sore hingga malam,” jelas Widho.
Kasat Lantas AKP Purwo menekankan, kepatuhan berkendara seharusnya bukan hanya karena takut kena tilang.
“Yang paling penting adalah keselamatan. Aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi diri sendiri, sekaligus menjaga keamanan bersama di jalan,” tegasnya.
Dengan kesadaran yang terus tumbuh, polisi berharap angka kecelakaan lalu lintas di Bontang bisa ditekan.
“Awalnya memang harus dipaksa dulu. Tapi dari situ kita berharap lahir kebiasaan dan kesadaran,” pungkas Purwo. (FR)


















