Dua Skema Penanganan Banjir Samarinda

  • Whatsapp
Bocah-bocah di Bengkuring, Samarinda Utara ini memakai sampan mengarungi banjir.

SAMARINDA – Masalah banjir di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) terus jadi masalah setiap tahun dan terus terjadi. Dalam hitungan jam, ketika hujan, sejumlah sudut di kota pasti sudah tergenang air. Pemkot pun menjadikan ihwal tersebut sebagai prioritas utama.

“Ada dua rencana penanganan banjir yang komprehensif. Mulai dari hulu kemudian hilir,” ujar Wali Kota Samarinda Andi Harun belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Andi menerangkan, dari hulu berbicara soal penampungan air seperti polder dalam kota, peningkatan kapasitas drainase hingga pengerukan sedimentasi. Sementara untuk hilir, rencananya bakal dibangun rumah pompa air di kawasan yang mempertemukan Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

Rembuk mengenai pengendalian banjir di ibu kota provinsi ini sudah dilakukan pada Ahad malam, 3 Maret 2021. Namun rapat tersebut hanya permulaan saja, masih ada agenda lanjutan serupa lainnya. “Banjir ini memang menjadi agenda prioritas kami (Andi Harun-Rusmadi),” terangnya.

Dia menuturkan, konklusi dari perbincangan tersebut meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai fokus menangani persoalan banjir. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda. Termasuk mengukur kekuatan finansial untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda.

“Jika dana dikelola dengan baik, maka harus diyakini bisa efektif mendanai program banjir. Sehingga anggaran yang dibelanjakan nanti betul-betul bermanfaat,” sebutnya.

Eks legislator DPRD Kaltim ini juga sudah meminta OPD terkait untuk menginventarisasi proyek pengendalian banjir di Samarinda yang bisa mendapat bantuan anggaran dari pusat kemudian provinsi. Kendati demikian, pihaknya juga bakal mengentaskan masalah banjir ini dengan APBD Samarinda.

Sebenarnya, perkara ini kerap menjadi prioritas pemimpin di Samarinda termasuk rezim sebelumnya. Adapun program pengendalian banjir terpadu Samarinda atau masterplan sudah disusun sejak 2005. Lantas apakah cetak biru senada bakal diterapkkan juga oleh duo Andi-Rusmadi.

“Studi lama tetap kami gunakan, tapi kami juga akan bikin masterplan yang komprehensif atau update dengan kondisi sekarang. Ramadan nanti saya minta sudah diselesaikan,” katanya. **

Pos terkait