Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersiap mempercepat pembangunan sektor pangan. Langkah awalnya dimulai dari desa. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh pemerintah desa segera mendata potensi lahan persawahan di wilayah masing-masing.
Arahan itu disampaikan Ardiansyah di Sangatta, Minggu (18/1). Ia menegaskan, pendataan menjadi kunci agar kebijakan pertanian yang disusun benar-benar tepat sasaran.
“Saya minta tahun ini segera dilakukan inventarisasi. Semua desa harus berkomunikasi dan menyampaikan potensi yang mereka miliki,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, Kutai Timur memiliki wilayah yang sangat luas. Namun, potensi lahan sawah yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Tanpa data yang jelas, pembangunan pertanian sulit dipercepat.
Pendataan lahan sawah, kata dia, akan menjadi dasar penyusunan peta kebijakan pangan daerah. Dengan peta tersebut, pemerintah bisa menentukan prioritas pembangunan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kalau datanya akurat, pemerintah punya pegangan kuat untuk mengambil kebijakan,” ucapnya.
Ardiansyah membandingkan kondisi Kutim dengan daerah lain. Ia menyebut Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memiliki luasan padi sawah dan padi ladang yang relatif besar.
“Kukar total padi sawah dan padi keringnya mencapai 21 ribu hektare. Kutim wilayahnya luas, tapi kita belum bisa memenuhi angka itu,” tuturnya.
Selain soal lahan, Ardiansyah juga menyoroti pentingnya peran generasi muda di sektor pertanian. Ia mendorong munculnya lebih banyak petani milenial yang mampu membawa perubahan.
Menurutnya, pertanian saat ini tidak lagi identik dengan cara-cara lama. Dukungan teknologi membuat sektor ini semakin efisien dan menjanjikan.
“Petani milenial harus siap turun ke lapangan. Dengan teknologi sekarang, pendapatan dari pertanian sangat menjanjikan,” tegasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















