AKSI pencurian terjadi di Toko Bintang Timur, Km 24 Jalan Poros Bontang–Samarinda, Kelurahan Santan Ulu, pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 19.10 Wita. Dalam kejadian itu, uang tunai Rp70 juta dan sejumlah barang berharga milik pemilik toko, Eko Dwi Wahyudi, raib saat rumah ditinggal mudik menjelang Idulfitri.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman, terlihat dua orang pelaku masuk melalui pintu belakang dengan cara merusak pintu dapur berbahan kayu ulin. Aksi berlangsung saat waktu usai berbuka puasa, ketika kondisi sekitar relatif sepi.
Setelah berhasil masuk, pelaku menyisir seluruh bagian rumah sekaligus toko. Mereka mengambil uang tunai, perhiasan berupa anting dan cincin seberat 4 gram, serta dua unit telepon genggam masing-masing merek Realme dan Samsung.
“Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku masuk melalui pintu belakang dengan cara merusak pintu dapur,” ujar Eko saat dihubungi Pranala.co, Senin (20/4/2026).
Eko menjelaskan, saat kejadian sebenarnya ada warga yang ditugaskan menjaga rumah. Namun, penjaga tersebut sedang keluar dan baru kembali sekitar pukul 21.00 Wita. “Saat kembali, kondisi rumah sudah berantakan. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke polisi pada hari yang sama,” katanya.
Ia mengaku masih merasa khawatir pascakejadian, mengingat kondisi lingkungan yang relatif sepi dengan jarak antar rumah sekitar 70 meter. Kekhawatiran itu muncul karena pelaku belum tertangkap hingga kini.
Sementara itu, Kapolres Bontang Widho Anriani, didampingi Plt Kasat Reskrim Muhammad Yazid, menyatakan kasus pencurian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi mendalami kemungkinan pelaku merupakan bagian dari jaringan yang juga beraksi di lokasi lain.
“Kasus ini masih dalam pengembangan. Kami mendalami kemungkinan pelaku juga beraksi di lokasi lain, dengan mengandalkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV dari korban,” ujar Widho.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku guna mencegah aksi serupa terulang di wilayah tersebut. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















