AKSI demo mahasiswa Kaltim 21 April dipastikan digelar besar-besaran. Sekitar 1.000 hingga 1.500 mahasiswa dari berbagai kampus di Samarinda dan Kutai Kartanegara siap turun ke jalan.
Ini faktanya, aksi tersebut mendorong DPRD Kalimantan Timur menggunakan hak angket untuk mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi.
Aksi akan dimulai di Gedung DPRD Kaltim, lalu dilanjutkan ke Kantor Gubernur Kaltim.
Koordinator lapangan aksi, Kamarul Azwan, menyebut konsolidasi lintas kampus telah dilakukan.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Mulawarman, UNTAG 45 Samarinda, UINSI, Politeknik Negeri Samarinda, hingga kampus di Kukar.
“Untuk tanggal 21 April kami siap turun aksi,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Mahasiswa menargetkan adanya pakta integritas dari DPRD sebagai dasar penggunaan hak angket.
Setelah itu, massa akan bergerak ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Azwan juga menanggapi pemasangan kawat berduri di kantor gubernur.
“Saya pikir tidak perlu berlebihan. Jika tuntutan kami dipenuhi, tidak akan ada tindakan anarkis,” tegasnya.
Pengamanan Demo Kaltim Diperketat
Sementara itu, Pemprov Kaltim memperketat pengamanan menjelang aksi.
Pagar besi diperkuat dengan tiang tambahan setinggi hampir dua meter dan dililit kawat berduri.
Langkah ini diambil setelah pagar sebelumnya sempat roboh saat aksi terdahulu.
Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim, mengatakan penguatan dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan.
“Pagar diperkuat agar tidak mudah didorong atau dirusak,” ujarnya.
Sebanyak 1.897 personel gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI disiagakan.
Simulasi pengamanan juga telah dilakukan, termasuk pemetaan titik rawan kemacetan di sekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Merapi, dan kawasan DPRD.
Sejumlah titik diprediksi menjadi pusat konsentrasi massa, terutama jalur menuju Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim.
Namun, penggunaan water canon belum direncanakan dalam pengamanan. Dia berharap aksi berjalan tertib dan damai.
“Harapannya aksi bisa berjalan aman dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Edwin. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















