PRANALA.CO, Bontang – Di tengah gemuruh ombak dan aroma khas laut, sekelompok petugas dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Bontang menjalankan misi rutin mereka di perairan Kota Bontang.
Tidak hanya memastikan keamanan maritim, mereka juga membawa misi: menjalin kedekatan dengan nelayan pesisir. Patroli ini adalah bagian dari upaya menjaga ketertiban di wilayah perairan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selasa (19/11/2024) pagi, patroli ini bukan sekadar rutinitas. Perahu Polairud melaju perlahan mendekati sebuah kelompok nelayan yang tengah merapikan jaring di dermaga. Kehadiran petugas ini disambut hangat para nelayan, yang sudah akrab dengan wajah-wajah berseragam biru ini.
“Kami rutin melakukan patroli di wilayah perairan Kota Bontang untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama bagi nelayan yang sedang beraktivitas,” ujar AKP Khairul Umam, Kasat Polairud Polres Bontang, yang memimpin patroli hari itu.
Dengan suara ramah, ia menjelaskan bagaimana kegiatan ini sejalan dengan visi besar Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Cooling System yang digagas Polres Bontang.
Patroli Polairud tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan personal dengan masyarakat pesisir. “Kami ingin nelayan merasa aman dan didengar,” lanjut Khairul Umam.
Dalam setiap kesempatan, petugas memanfaatkan waktu untuk berdialog langsung dengan para nelayan. Mereka mendengar keluh kesah, memberikan solusi, hingga berbagi tips keselamatan saat melaut.
Seorang nelayan, Pak Ridwan (67), menyatakan apresiasinya terhadap langkah Polairud. Bagi Ridwan, kehadiran petugas adalah bentuk nyata perlindungan sekaligus pendampingan.
“Kami merasa dihargai. Polisi tidak hanya patroli, tapi juga peduli dengan kebutuhan kami di laut,” ujarnya sambil menata jaringnya.
Selain berdialog, petugas Polairud juga memberikan edukasi penting. Mereka mengingatkan para nelayan untuk selalu memeriksa kelengkapan dokumen kapal, memastikan alat keselamatan seperti pelampung tersedia, dan mematuhi aturan pelayaran. Langkah ini menjadi bentuk preventif untuk meminimalkan risiko di laut.
“Kami mengingatkan nelayan agar selalu memprioritaskan keselamatan selama melaut. Jika ada kendala, mereka bisa langsung menghubungi kami,” tambah Khairul Umam.
Pendekatan ini tidak hanya membangun rasa aman, tetapi juga menguatkan solidaritas antara aparat dan masyarakat pesisir.
Di balik deru mesin kapal patroli, ada semangat menjaga harmoni di perairan Bontang. Kolaborasi antara Polairud dan para nelayan menjadi bukti nyata bahwa keamanan maritim bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga masyarakat setempat. Patroli humanis seperti ini tidak hanya melindungi, tetapi juga mempererat hubungan antarmanusia di tengah lautan luas. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 1