Daya Tarik Kaltim jadi IKN, Investor Pabrik Semen Berdatangan

Sejumlah siswa mencari lokasi calon ibu kota baru pada peta saat kegiatan belajar bertema wawasan Nusantara di SDN Menteng 02, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

pranala.co – PT Singa Graha Perkasa (SGP) membangun pabrik semen di Kaltim senilai Rp22 triliun-Rp24 triliun dengan kapasitas produksi 8 juta ton/tahun. Chief Executive Officer PT SGP, Anthonio Altan, mengatakan pembangunan pabrik semen di Kaltim yang dijadwalkan beroperasi antara 2022-2024.

Operasional diharapkan mendukung proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kaltim. Di samping itu, Kaltim dipilih karena bahan bakunya melimpah.

“Deposit batu kapur di sana mencapai ratusan tahun. Pembangunan pabrik itu sedang berlangsung, on going,” katanya di sela-sela Pelatihan SOP Perusahaan dan Sosialisasi OSS RBA Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Jatim Korwil Malang di Malang, dikutip Senin (18/10/2021).

Dengan dipindahkan IKN ke Kaltim maka kebutuhan semen untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur dan gedung-gedung sangat tinggi. Oleh karena itulah, SGP ingin berkontribusi dalam mendukung program pemindahan IKN dengan mendirikan pabrik semen.

Menurutnya juga segera dibangun, pabrik semen di Kupang dengan kapasitas produksi 3 juta ton/tahun dan nilai investasi Rp6 triliun-Rp7 triliun. Rencananya, pembangunan pabrik akan dimulai pada 2022. Sedangkan di Padang, juga akan dibangun semen merek Singa Merah dengan kapasitas 3 juta/ton dengan investasi Rp6 triliun-Rp7 triliun.

Pembangunannya dijadwalkan dimulai pada 2023 atau paling lambat 2024. Pabrik yang sudah beroperasi yakni Semen SGP di Jember dengan kapasitas 3 juta ton/tahun. Menurut Anthonio, tahun ini ditargetkan dapat terjual 1 juta ton dengan sasaran 80 persen untuk ritel, sedangkan sisanya untuk proyek-proyek infrastruktur. Tahun depan dijadwalkan akan meningkat menjadi 2 juta ton.

Untuk percepatan penetrasi pasar, kata dia, PT SGP menggandeng Apersi Jatim dalam penyediaan rumah bersubsidi. SGP memberikan subsidi ongkos angkut hingga 50 persen sehingga harga riil semen yang dinikmati pengembang menjadi sangat kompetitif. 

“Dari sisi kualitas produksi, produk kami kompetitif karena sudah digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur di berbagai negara, terutama di ASEAN,” ujarnya.

Harga semen tersebut, kata dia, cukup kompetitif bagi pengembang. Ada selisih sekitar 10 persen bila dibandingkan harga semen merek kompetitor. Dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang memadai, maka keuntungan yang diperoleh pengembang perumahan bersubsidi menjadi lebih besar.

Langkah itu kami tempuh sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah bersubsidi, terutama di Jatim. Dengan margin yang tinggi, maka pengembang lebih antusias dalam menyediakan rumah bersubsidi,” ucapnya.

Pengurus DPD Apersi Jatim, Evan Djunaedi, mengatakan sudah ada 90 pengembang perumahan bersubsidi dengan 180 lokasi yang bekerja sama dengan PT SGP untuk memasok semen sebanyak 50.000 ton.

“Ke depan, dengan menggeliatnya ekonomi yang berdampak naiknya permintaan pada rumah, maka proyek perumahan akan semakin banyak dan permintaan semen ke PT SGP pun juga akan meningkat,” katanya.

Menurut Antonio, sampai September 2021, penjualan Semen Singa Merah mencapai 500.000 ton. Dia optimistis, sampai akhir 2021 target penjualan 1 juta ton semen bisa tercapai karena proyek-proyek pemerintah biasanya justru dikebut pengerjaannya dalam kuartal IV. [bs]

More Stories
SMSI Kaltim Gelar Raker I, Dorong Berita Media Siber Kian Berkualitas