TUGU Selamat Datang Bontang yang seharusnya berdiri megah sebagai simbol kebanggaan kota kini merana. Malam-malam di ikon kota ini tak lagi terang benderang, melainkan berubah mencekam akibat rentetan aksi vandalisme yang tak kunjung reda.
Fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat sengaja dirusak oleh tangan-tangan jahil. Mulai dari lampu taman yang dipecahkan, ornamen yang dicopot, hingga instalasi kabel yang raib digondol maling.
Saban malam, kemegahan tugu ini meredup. Ruang publik yang mestinya ramah keluarga justru berubah fungsi menjadi tempat yang rawan dan mengkhawatirkan.
Arman (41), seorang petugas kebersihan yang setiap hari merawat kawasan tersebut, menyaksikan sendiri bagaimana tugu kebanggaan warga Bontang ini perlahan dipreteli. Kerusakan terjadi hampir di seluruh titik penerangan penting.
“Bukan cuma tiga titik lampu yang rusak. Lampu hias di bangku juga dirusak, lampu sorot di empat sudut dicopot. Tinggal satu yang masih menyala,” ujar Arman dengan nada kecewa, Selasa (16/6/2026).
Kondisi taman yang gelap gulita memancing masalah baru. Sejak pos penjagaan di sekitar taman kosong, pengawasan praktis melempem. Alhasil, kawasan tugu kerap dijadikan lokasi nongkrong.
Arman mengaku sering memungut botol-botol bekas minuman keras saat membersihkan area taman di pagi hari. Pemandangan miris ini biasanya memuncak saat akhir pekan tiba.
“Kalau gelap begini rawan. Saya sering temukan botol miras. Biasanya ramai Jumat sampai Minggu malam,” keluhnya.
Anehnya, aksi vandalisme ini seperti tak tersentuh hukum. Padahal, ada empat kamera CCTV yang terpasang di sekitar tugu. Namun, hanya dua kamera yang memantau langsung area taman, dan hanya satu yang benar-benar menyorot ke dalam. Upaya melacak pelaku pun sejauh ini masih gelap gulita.
Dinas PUPR Elus Dada: 4 Kali Diperbaiki, 4 Kali Dirusak
Maraknya aksi perusakan fasilitas publik ini memicu keprihatinan dari Pemkot Bontang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Muh Cholis Edy Prabowo, menduga ada unsur kesengajaan dalam rentetan teror vandalisme ini.
“Saya itu kok khawatir ya? Kayaknya memang sengaja dirusak. Vandalisme ini sepertinya makin marak,” ungkap Edy.
Ternyata, sasarannya bukan cuma Tugu Selamat Datang. Edy membeberkan daftar panjang fasilitas kota yang hancur. Mulai dari taman di depan Kantor Lurah Satimpo, pembatas jalan (bollard) serta pot bunga di Jalan Ahmad Yani, hingga ikon burung Kuntul Perak pada lampu hias di Jalan MT Haryono yang raib dicuri.
Pihak PUPR sendiri sebenarnya tidak tinggal diam. Khusus untuk kawasan Tugu Selamat Datang, petugas sudah berkali-kali turun tangan melakukan perbaikan. Namun, hasilnya selalu nihil karena pelaku kembali beraksi tak lama setelah petugas pergi.
“Yang di tugu itu baru saja kita perbaiki. Bahkan sudah empat kali kami sambung (kabelnya), empat kali putus lagi,” tegas Edy dengan nada masygul.
Kegusaran Edy sangat beralasan. Pada lampu hias yang tertanam di bawah bangku taman, kabel instalasi bahkan hilang tanpa jejak. “Sudah empat kali diperbaiki, selalu diputus orang. Kabelnya bahkan saya tidak tahu di mana sekarang.”
Memburu Pelaku Lewat Kamera Pengawas
Pemerintah Kota Bontang kini mencoba memutar otak untuk menghentikan aksi kriminalitas yang merugikan estetika dan keamanan kota ini. Langkah darurat mulai disiapkan agar fasilitas umum tidak terus-menerus menjadi sasaran empuk.
Sebagai tindakan antisipasi ke depan, Dinas PUPR langsung berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Fokus utamanya adalah meningkatkan pengawasan digital di titik-titik rawan.
“Mudah-mudahan upaya ini bisa mencegah aksi vandalisme,” harap Edy.
Rencananya, kapasitas dan jangkauan kamera pengawas (CCTV) di area-area publik akan dimaksimalkan agar pergerakan mencurigakan di malam hari bisa terpantau penuh.
Namun, kamera pengawas tentu punya keterbatasan. Pada akhirnya, kenyamanan dan keindahan Kota Bontang berada di tangan warganya sendiri. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak abai dan berani melaporkan setiap tindakan mencurigakan demi menjaga tugu kebanggaan bersama tetap aman dan nyaman. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















