PEMERINTAH Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) sigap membenahi sengkarut dan dinamika di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 34 perusahaan dan grup usaha sawit raksasa dikumpulkan di Ruang Arau Sekretariat Daerah Kutim, Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kutim mendesak seluruh manajemen perusahaan untuk segera menyerahkan data aktual dan kondisi riil operasional mereka di lapangan. Langkah ini diambil sebagai bahan evaluasi total sekaligus penyusunan kebijakan baru.
Sektor kelapa sawit selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Kutai Timur. Namun, fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS) dan berbagai kendala lapangan kerap membuat posisi tawar petani swadaya melemah.
Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Arief Nur Wahyuni, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi meraba-raba dalam mengambil keputusan. Transparansi data dari pihak korporasi menjadi harga mati.
“Kami ingin memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan. Data yang disampaikan perusahaan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis,” ujar Arief.
Dinas Perkebunan Kutim telah menyiapkan format khusus yang wajib diisi oleh seluruh perusahaan. Data ini mencakup kapasitas produksi, pola kemitraan dengan petani lokal, hingga kendala infrastruktur yang selama ini menghambat distribusi.
Arief mengingatkan, industri sawit di Kutim mempekerjakan ribuan warga lokal dan menggerakkan roda ekonomi di berbagai kecamatan. Oleh karena itu, stabilitas harga TBS dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Pertemuan ini juga menjadi panggung bagi para pelaku usaha untuk mengeluhkan kendala logistik dan rantai pasok. Meski begitu, Pemkab Kutim memastikan kebijakan yang akan lahir nanti tidak boleh berat sebelah.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tata kelola perkebunan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak, baik perusahaan, petani, maupun masyarakat,” tegas Arief. [HAF]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















