Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang memperkuat akses layanan kesehatan bagi warganya. Targetnya: setiap kecamatan memiliki satu Puskesmas yang beroperasi 24 jam.
Saat ini, baru Puskesmas Bontang Lestari yang telah berjaga penuh sepanjang hari. Pemkot ingin dua hingga tiga Puskesmas lain menyusul, masing-masing di Bontang Utara, Selatan, dan Barat.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menegaskan bahwa kemudahan layanan kesehatan harus dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali.
“Kota Bontang ini tidak begitu besar. Idealnya setiap kecamatan punya satu Puskesmas yang siap melayani 24 jam,” ujar Neni, Jumat (28/11/2025).
Ia menekankan, layanan 24 jam bukan untuk rawat inap. Fasilitas ini disiapkan sebagai akses pertolongan pertama, terutama untuk kebutuhan yang mendesak namun tidak gawat darurat.
“Misalnya ibu hamil yang perlu pemeriksaan cepat atau pasien dengan keluhan ringan. Tidak harus langsung ke rumah sakit, cukup ke Puskesmas 24 jam,” jelasnya.
Pemkot kini menyiapkan penambahan tenaga medis, fasilitas, dan skema operasional agar layanan nonstop tersebut berjalan optimal. Harapannya, warga dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih merata.
Neni juga menyinggung adanya keluhan terkait penolakan pasien BPJS di beberapa rumah sakit. Pengalaman itu menjadi momentum bagi pemkot untuk memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama.
“Kasus pasien BPJS yang ditolak rumah sakit jadi pelajaran. Karena itu, kami ingin memastikan layanan dasar tetap tersedia dengan menyiapkan Puskesmas 24 jam,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Bontang berharap pelayanan kesehatan di kota industri tersebut semakin tanggap, manusiawi, dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















