Bontang Menuju New Normal, Ini Bocoran Konsepnya

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan materi kepada Relawan Muda Siaga Covid-19 Bontang di Pendopo, Ahad (17/5). (Dok/Humas)

PEMERINTAH Kota Bontang mulai bersiap menyambut fase new normal alias Normal Baru di tengah pandemi virus corona. Fase kenormalan baru ini pun mulai dipersiapkan dengan baik.

Kepada Pranala.co, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan konsep new normal untuk masyarakat Bontang mulai digodok besok, Kamis (28/5). Namun, dirinya mengaku sudah menyiapkannya. Jika terealisasi, untuk fase 1 dan 2 rencanannya mulai berlaku 1 sampai 30 Juni 2020. “Besok baru mau dibahas. Konsepnya mau dimatangkan lagi,” kata Wali Kota Neni, Rabu (27/5).

Namun, kata Neni sedikitnya ada 4 konsep New Normal yang sudah dia persiapkan. Pertama: Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya pelayanan publik dibuka. Untuk eselon 2, 3,4 dengan memerhatikan standar protokol kesehatan cuci tangan. Seluruh ASN dan TKD pakai masker.

Kedua, tempat peribadatan dibuka kembali dengan tetap melakukan standar dan protokol kesehatan. Menjaga jarak 1,5 meter, wajib pakai masker. Untuk masjid, jemaah dianjurkan membawa sajadah masing-masing tidak membentang karpet masjid.

Ketiga; tempat umum, pariwisata, taman, tempat hiburan, rumah makan, pasar malam, dapat dibuka kembali dengan standar protokol kesehatan. Menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur minimal jarak 1,5 meter.

Keempat: KPU Bontang dapat melakukan tahapan pilkada sesuai dengan peraturan perundangan-undangan. Tetap menggunakan protokol dan standar kesehatan covid 19, menjaga jarak dan memakai masker.

Wali Kota Neni bilang, jika memang diberlakukan, dia meminta kepada masyarakat Bontang agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan sebelum memasuki pola hidup normal yang baru di tengah pandemi ini.

Untuk kesiapan new normal corona, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyusun protokol kesehatan. Lantas apa saja yang harus ditaati dalam protokol.kesehatan Covid-19?

1. Cuci tangan

Panduan membersihkan tangan sesering mungkin, menjadi imbauan yang terus dikampanyekan.

Jaga kebersihan tangan dengan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, jika permukaan tangan tidak terlihat kotor.

Gunakan sabun dan air mengalir, jika tangan terlihat kotor. Ikuti tahapan mencuci tangan yang baik, meliputi punggung tangan, bagian dalam, sela-sela jari dan ujung jari.

2. Hindari menyentuh wajah

Menghindari menyentuh area wajah, khususnya mata, hidung dan mulut, dalam kondisi tangan yang belum bersih.

Tangan dapat membawa virus yang dapat diperoleh saat kita beraktivitas. Jika tangan kotor dan digunakan menyentuh wajah, maka virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

3. Menerapkan etika batuk dan bersin

Saat batuk atau bersin, tubuh akan mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Maka virus dapat mengenai orang lain, sehingga orang tersebut dapat terinfeksi virus yang berasal dari tubuh kita.

Terlepas seseorang memiliki virus corona atau tidak, etika batuk dan bersin harus dilakukan. Yakni, dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan lengan atas bagian dalam.

Selain dengan lengan, bisa menggunakan kain tisu untuk menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk, selepasnya dibuang langsung ke tempat sampah.

4. Gunakan masker

Saat Anda memiliki gejala sakit atau gangguan pernapasan, gunakan masker medis saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain.

Masker medis hanya dapat digunakan satu kali dan harus langsung diganti. Jangan lupa untuk membuang masker tersebut ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan setelahnya.

Kendati demikian, untuk menghindari tertular, bagi Anda yang sehat juga dianjurkan untuk selalu mengenakan masker non-medis atau masker kain.

5. Jaga jarak sosial

Agar terhindar dari paparan virus, seperti SARS-CoV-2 yang mewabah seperti saat ini, maka perlunya selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.

Physical distancing atau jaga jarak ini diimbau agar masyarakat tidak mendatangi kerumunan, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan tidak mengadakan acara yang mengundang orang banyak.

6. Isolasi mandiri

Ini dilakukan bagi Anda yang merasa tidak sehat, seperti memiliki beberapa gejala sakit, yakni demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau sesak napas.

Saat merasakan gejala tersebut, maka secara sadar Anda dan sukarela melakukan isolasi mandiri di rumah.

7. Menjaga kesehatan

Selama tidak berkegiatan di luar rumah, pastikan kesehatan fisik selalu terjaga dengan berjemur sinar matahari pagi selama beberapa menit, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga ringan. (*)

More Stories
DPRD Bontang Minta Kepala Diskop-UKMP Dicopot