Pranala.co – Manchester United kembali menelan aib. Setan Merah tersingkir dari Piala Liga setelah kalah adu penalti maraton melawan tim divisi empat, Grimsby Town. Pertandingan di Blundell Park, Kamis (28/8) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 12-11 untuk tuan rumah.
Dua blunder fatal Andre Onana jadi awal mimpi buruk United. Kiper asal Kamerun itu gagal mengantisipasi tembakan Charles Vernam untuk gol pertama. Lalu salah membaca arah bola dari sepak pojok yang dituntaskan Tyrell Warren. United pun tertinggal 0-2.
United datang dengan skuad mewah bernilai lebih dari £400 juta. Namun justru Grimsby tampil lebih berani. Energi tanpa henti membuat lini tengah United tercekik. Para pemain muda tuan rumah bahkan berkali-kali leluasa menekan pertahanan lawan.
Gol kedua Grimsby sempat dianulir karena handball. Tapi tak lama, Warren — mantan akademi United — benar-benar memperbesar keunggulan. Pendukung tuan rumah bersorak, sementara Amorim terlihat gusar di pinggir lapangan.
United kesulitan menciptakan peluang. Benjamin Sesko dan Amad Diallo yang dipercaya di lini depan tak banyak memberi ancaman. Baru setelah Bryan Mbeumo masuk, harapan muncul. Tendangan rendahnya memperkecil ketertinggalan.
Menit ke-89, Harry Maguire jadi penyelamat. Kapten berpostur jangkung itu menanduk bola dari sepak pojok. Skor 2-2. Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti.
Babak tos-tosan berjalan menegangkan. United hampir menang ketika giliran Matheus Cunha menendang penalti kelima. Tapi eksekusinya gagal. Pertandingan masuk ke babak sudden death.
Satu per satu pemain United, termasuk Onana, berhasil mencetak gol. Hingga giliran kedua Mbeumo. Tendangannya membentur mistar. Grimsby pun memastikan kemenangan bersejarah. Ribuan suporter tuan rumah langsung menyerbu lapangan, merayakan malam dongeng mereka.
Bagi United, kekalahan ini menyakitkan. Mereka tersingkir dari Piala Liga di putaran pertama untuk pertama kalinya sejak 2014. Satu peluang trofi sudah hilang, padahal musim baru saja dimulai.
Tekanan pada manajer Ruben Amorim semakin berat. Delapan perubahan yang ia lakukan tidak membuahkan hasil. Sorakan “dipecat besok pagi” dari pendukung tuan rumah terdengar keras sepanjang laga.
Sebaliknya, bagi Grimsby, kemenangan ini akan dikenang sepanjang masa. Mereka bukan hanya melaju ke babak berikutnya, tapi juga berhasil mempermalukan salah satu klub terbesar Inggris.
“Luar biasa. Tidak nyata. Saya kehabisan kata-kata,” kata Tyrell Warren usai laga. Sementara gelandang Kieran Green menambahkan, “Semua tekanan ada pada mereka, dan kami berhasil memanfaatkannya.”
United pulang dengan wajah tertunduk. Grimsby berpesta dengan penuh kebanggaan. (GOAL/DIAS)















