Pranala.co, BALIKPAPAN — Rencana penanganan banjir di Balikpapan pada 2026 menghadapi tantangan serius akibat pemangkasan anggaran hingga hampir 60 persen. Kondisi ini memaksa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan menyusun ulang skala prioritas, meski sejumlah titik rawan tetap menjadi fokus utama tahun depan.
Kepala DPU Balikpapan, Rita, mengatakan anggaran instansinya dipotong sebesar Rp440 miliar akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Dampaknya, penanganan banjir belum dapat dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota.
“Kami terus terang anggaran DPU dipotong Rp440 miliar atau hampir 60 persen karena pemangkasan TKD,” ucapnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Senin (23/2/2026).
Dalam RDP itu, Rita memaparkan rencana kerja DPU tahun 2026 yang bersumber dari RPJMD, program prioritas Wali Kota, Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, hibah, hingga kegiatan rutin dinas. Namun, dengan keterbatasan anggaran, pelaksanaan program harus disesuaikan sehingga tidak seluruhnya dapat dijalankan secara bersamaan.
Kendati demikian, sejumlah titik tetap menjadi prioritas penanganan banjir. Di antaranya kawasan Jalan D.I. Panjaitan dan MT Haryono yang masih memerlukan kelanjutan proyek drainase.
Begitu juga dengan pembebasan lahan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal juga tetap masuk agenda utama. Sedangkan, untuk kawasan Pasar Segar, DPU akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV guna memastikan penataan aliran air dilakukan secara terintegrasi.
Lanjut, di tengah keterbatasan fiskal, DPU juga mengoptimalkan pola swakelola melalui UPTD Jalan dan UPTD Drainase agar perbaikan serta pemeliharaan infrastruktur tetap berjalan.
“Kami tetap memprioritaskan penanganan banjir dan infrastruktur dasar melalui swakelola,” terangnya.
Rita menambahkan, skema ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap keluhan masyarakat, meskipun belum semua titik dapat ditangani dalam waktu bersamaan. “Mudah-mudahan upaya ini bisa membantu masyarakat,” pungkasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















