Pranala.co, BONTANG — Sampah di pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang tak pernah benar-benar habis. Hari ini banyak. Besok berkurang. Lalu datang lagi. Perdebatan pun muncul. Soal dari mana asalnya.
Ada yang menyebut dari hulu. Ada yang menuding dari laut. Ada pula yang mengatakan bukan dari warga setempat.
Bagi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, perdebatan itu tidak membawa solusi. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata.
Salah satunya, pemasangan jaring sampah di setiap rumah warga yang berdiri di atas laut atau berada di sepanjang pesisir.
“Kalau semua rumah dipasangi jaring, kita bisa tahu jelas. Sampah tidak bisa keluar dan tidak bisa masuk. Yang lewat hanya air,” ujar Neni, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, jaring sampah bukan sekadar alat penahan. Lebih dari itu, jaring menjadi instrumen edukasi sekaligus pengawasan. Dari situ, sumber sampah bisa terlihat secara nyata.
Selama ini, banyak sampah yang ditemukan berupa botol plastik dan barang lain yang diduga bukan berasal dari rumah tangga pesisir. Kondisi tersebut kerap memicu saling tuding antarwarga.
Dengan jaring sampah, klaim semacam itu dapat diuji. Jika sampah tertahan di jaring rumah, maka sumbernya jelas.
“Kalau tidak pakai jaring, masalah ini tidak akan pernah selesai. Selalu saja saling menyalahkan,” tegasnya.
Neni juga menilai, jaring sampah penting untuk menghitung volume sampah rumah tangga di kawasan pesisir. Data itu dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran.
Ia mencontohkan, pemasangan jaring di sepanjang Sungai Bontang sudah terbukti mampu menahan sampah agar tidak masuk ke aliran sungai. Meski demikian, sampah masih sering muncul dari sisi pinggir dan kawasan pesisir yang belum terlindungi.
“Kendalanya memang anggaran di Dinas Lingkungan Hidup masih terbatas. Tapi program ini sudah masuk perencanaan dan akan segera dibahas untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Meski mendorong solusi teknis, Neni menegaskan bahwa kunci utama tetap ada pada kesadaran warga. Tanpa perubahan perilaku, persoalan sampah akan terus berulang.
Padahal, Kelurahan Tanjung Laut Indah sudah menyediakan tempat sampah dan sistem pengangkutan rutin.
“Edukasi itu yang paling penting. Tolong sadar. Jangan buang sampah ke laut,” katanya.
Pemerintah Kota Bontang dalam waktu dekat akan menggelar rapat untuk mematangkan langkah penanganan sampah di kawasan pesisir. Harapannya, kombinasi antara jaring sampah dan kesadaran warga mampu mengakhiri persoalan lama ini.
“Sampah adalah musuh kita bersama. Harus kita lawan dengan cara tegas, tapi juga mendidik,” pungkas Neni.
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















