Pranala.co, PANGKEP — Seorang joki motor tewas setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Karaeng Mallombassang, Jumat (17/10/2025). Tragisnya, arena balap tempat insiden terjadi merupakan fasilitas milik Pemerintah Daerah (Pemda) Pangkep.
Kanit Gakkum Polres Pangkep, Ipda Fadlhan Habib, membenarkan kejadian itu.
“Iya, sementara masih ditangani. Satu orang meninggal dunia yang bawa motor,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Insiden ini langsung mendapat atensi dari Sekretaris Komisi II DPRD Pangkep, Syamsinar, sekaligus politisi PPP. Ia menilai lemahnya pengawasan dan sistem keamanan di sirkuit milik Pemda menjadi salah satu penyebab utama.
Menurutnya, pengendara yang tewas diduga masuk ke arena lewat jalur tidak resmi atau “jalan tikus”.
“Itu lapangan sirkuit resmi milik Pemda, tapi bukan untuk sembarang komunitas. Kalau ada yang masuk tanpa izin dan terjadi kecelakaan, ya itu sudah salah. Mereka masuk secara liar,” tegas Syamsinar.
Ia mengungkapkan, sebagian area sirkuit tidak memiliki pagar pembatas yang memadai. Akibatnya, siapa pun bisa keluar-masuk tanpa izin, termasuk warga atau komunitas motor yang ingin menjajal lintasan.
“Mereka seenaknya masuk pakai fasilitas itu tanpa pemberitahuan. Ini akibat kurangnya keamanan dan pagar yang tidak memadai. Saya sudah bilang ke Kadis, sirkuit itu harus segera dibenahi atau ditutup sementara,” ujarnya.
Syamsinar juga menyebut bahwa Sirkuit Karaeng Mallombassang tercatat sebagai aset resmi Pemda Pangkep dan diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Distribusi Daerah. Penggunaannya, kata dia, hanya diperuntukkan bagi komunitas resmi dengan izin kegiatan yang jelas.
Namun, lemahnya sistem pengawasan membuat fasilitas publik itu kerap disalahgunakan.
“Kalau digunakan secara liar tanpa izin, siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi kecelakaan? Ini menyangkut nyawa manusia. Jadi harus ada solusi konkret,” tegasnya.
DPRD Pangkep berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sirkuit tersebut dalam waktu dekat. Tujuannya, memastikan kondisi keamanan dan mengevaluasi kelayakan fasilitas sebelum digunakan kembali.
“Ini jadi pembelajaran besar. Jangan sampai ada korban lagi. Pemerintah harus segera bertindak supaya sirkuit itu benar-benar aman digunakan,” pungkas Syamsinar. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










