Pranala.co, BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meresmikan Sekretariat Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Belimbing Sejahtera Lestari (Bestari) sekaligus meluncurkan Sekolah Lansia Sehat Bahagia.
Peresmian berlangsung di Jalan Nanas, BTN PKT RT 33, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Selasa (13/1/2026).
Acara ini dihadiri Anggota DPRD Bontang Bonnie Sukardi, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur Nurizky Permanajati, Kepala DP3AKB Bontang Eddy Forestwanto, jajaran Forkopimcam, serta pengurus TP PKK.
Wali Kota Neni mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian kesehatan masyarakat Bontang. Ia menyebut, Angka Harapan Hidup di Kota Taman tertinggi di Kalimantan Timur, mencapai 75 tahun.
“Usia panjang harus diiringi dengan kualitas hidup yang bermakna. Lansia di Bontang harus tetap aktif, mandiri, dan bahagia,” tegas Neni.
Menurutnya, lansia bukan beban keluarga. Justru sebaliknya, mereka adalah sumber doa dan kekuatan moral bagi anak cucu.
“Lansia yang sehat dan bahagia akan menjadi pendoa yang mustajab bagi keluarganya,” ujarnya.
Neni menjelaskan, Sekolah Lansia Sehat Bahagia dirancang bukan sekadar tempat belajar. Program ini menjadi ruang berkumpul, bersosialisasi, dan menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta spiritual.
Dengan sering berinteraksi, hormon kebahagiaan lansia akan meningkat. Rasa kesepian pun dapat ditekan.
“Saat ini baru ada dua sekolah lansia, yakni di Bontang Baru dan Belimbing. Saya berharap ke depan, seluruh kelurahan di Bontang memiliki Sekolah Lansia,” katanya.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Lurah Belimbing Dwi Andriyani melaporkan bahwa Kampung KB Bestari yang berdiri sejak 2022 kini telah memiliki sekretariat permanen. Pembangunan sekretariat tersebut terealisasi berkat dukungan dan aspirasi DPRD Kota Bontang.
“Kampung KB Bestari cukup aktif dan berprestasi. Sepanjang 2025, kami berhasil meraih 13 piala di berbagai ajang,” ungkap Dwi.
Untuk tahap awal, Sekolah Lansia di Kelurahan Belimbing diikuti 25 peserta dari total 533 warga lanjut usia. Program pembelajaran akan berlangsung selama enam bulan.
Pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat, didukung pengurus Kampung KB dan berbagai kelompok kegiatan di kelurahan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati. Ia menilai peluncuran Sekolah Lansia sebagai langkah strategis menghadapi tren peningkatan jumlah lansia.
“Program ini sangat relevan. Bontang telah merespons tantangan kependudukan dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan,” katanya.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pemasangan lencana siswa lansia, serta penyerahan buku panduan kurikulum kepada kepala Sekolah Lansia Sehat Bahagia. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















