Menu

Mode Gelap

Kaltim · 12 Jun 2022 17:40 ·

Sebaran 11 Titik Panas di Kalimantan Timur


					Sebaran 11 Titik Panas di Kalimantan Timur Perbesar

pranala.co, BALIKPAPAN – Sebanyak 11 titik panas terdeteksi di tiga wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Terpantau, Sabtu (11/6/2022) mulai pukul 01.00 wita hingga pukul 17.00 Wita.

Hot spot itu terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi di Kota Balikpapan.

Sebaran titik panas tersebut langsung diinformasikan ke pihak terkait di masing-masing kabupaten. Terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Kaltim maupun kabupaten, guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

Sebaran 11 titik panas itu berada di tiga kabupaten. Rinciannya, 7 berada di Kabupaten Kutai Timur, masing-masing 2 berada di Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau.

Titik panas yang terdeteksi di Kutai Kartanegara tersebar pada dua kecamatan, yakni satu di Kecamatan Kembang Muara Badak dan satu lagi di Kecamatan Loa Kulu yang keduanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

“Titik panas yang terdeteksi di Berau terpantau di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kelay dan Kecamatan Gunung Tabur, keduanya pun memiliki tingkat kepercayaan menengah,” beber Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Ilham Rosihan Fachturoni seperti diberitakan Antara.

Sementara tujuh titik panas yang terdeteksi di Kutai Timur tersebar pada enam kecamatan. Satu di Kecamatan Bengalon, satu di Kecamatan Busang, satu di Kecamatan Kaubun.

Lalu, satu hot spot di Kecamatan Sangatta Utara, satu di Kecamatan Muara Wahau, dan dua di Kecamatan Telen. Semua hot spot di Kabupaten Kutai Timur ini juga memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Titik Panas versi Geologi

Di geologi, tempat-tempat yang biasa disebut titik panas atau hotspot adalah area vulkanik yang dihasilkan dari mantel yang secara anomali lebih panas dibanding mantel di sekitarnya. Hotspot bisa berada dekat maupun jauh dari batas-batas tektonik lempeng.

Saat ini, ada dua hipotesis yang menjelaskan asalnya. Pertama, adalah akibat plume-plume dari mantel yang naik sebagai diapir termal dari batas antara inti bumi dan mantel bumi.

Alternatif lain adalah bahwa bukanlah temperatur yang tinggi yang menyebabkan vulkanisme ini, tetapi ekstensi litosfer yang menyebabkan peningkatan pasif intrusi dari kedalaman dangkal.

Hipotesis ini mempertimbangkan istilah “hotspot” sebagai istilah yang tidak tepat, menegaskan bahwa sumber mantel di bawah mereka adalah, faktanya, sama sekali tidak anomali panasnya. Contoh hotspot terkenal adalah Hawaii dan Yellowstone. [RE]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Kaltim Belum Perlu Pakai MyPertamina saat Beli Solar dan Pertalite

1 Juli 2022 - 12:29

main l dapatkan cashback saat beli bbm via aplikasi mypertamina 76383 38367 TdDTrhu3WhjvEEU8XZhKab

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Demi Isi Perut, Mencuri 8 Motor di Kutai Timur

30 Juni 2022 - 16:55

Untitled design 8 1

Keluarga Bupati Nonaktif PPU Abdul Gafur Tolak Kembalikan Tiga Mobil Dinas

30 Juni 2022 - 10:50

IMG 20220416 013108

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite

30 Juni 2022 - 08:38

spbu k6
Trending di Kaltim