PANGKEP – Warga Dusun Cangkoleng, Desa Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep, kecewa. Proyek sumur bor dan jaringan perpipaan yang dibangun sejak April 2025, hingga kini belum difungsikan. Padahal, proyek itu telah rampung sejak Mei dengan anggaran lebih dari Rp78 juta.
Sumur bor ini seharusnya menjadi solusi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Namun, hingga pertengahan Agustus, warga masih harus mengandalkan sumber air lama.
AS, salah seorang warga, mengaku kecewa. “Sudah lama selesai dibangun, namun sampai saat ini belum terpungsikan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
D, warga lainnya, bahkan melayangkan protes keras. “Padahal sudah lama selesai dibangun, tapi sampai sekarang belum berfungsi,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera menindaklanjuti agar proyek yang menggunakan Dana Desa ini benar-benar memberi manfaat. Warga berharap proyek ini segera difungsikan. Sebab, akses air bersih menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa ditunda lagi.
Menanggapi keluhan, Kepala Desa Tabo-Tabo, Khairil Anwar, melalui Kepala Dusun III, Muhayang, menjelaskan keterlambatan hanya karena masalah teknis dan koordinasi.
“Ini sebenarnya hanya terkendala waktu. Masih perlu rapat bersama warga soal pemasangan kilometer dan pipa sambungan ke rumah-rumah,” jelas Muhayyang.
Menurutnya, biaya pemasangan sambungan pipa ke rumah akan ditanggung masing-masing warga. Selain itu, nantinya warga akan membayar iuran Rp3.000 per kubit untuk pemakaian air.
“Kilometer dan sambungan pipa yang naik ke rumah masyarakat biayanya ditanggung warga. Nanti iuran perkubitnya Rp3.000 juga dibayar warga,” pungkas Muhayyang. (IR)















