Pranala.co, BONTANG – Gangguan dari hewan peliharaan kini menjadi keluhan serius warga RT 20 Kelurahan Gunung Elai, Jalan Durian, Kota Bontang. Sejumlah kucing yang berkeliaran tanpa pengawasan dituding sebagai penyebab terganggunya kenyamanan lingkungan.
Keluhan ini disampaikan langsung warga kepada Pranala.co, Sabtu (26/7/2025). Mereka merasa risih dengan aktivitas kucing-kucing tersebut yang kerap buang kotoran sembarangan.
P, salah satu warga, mengaku sudah menegur pemilik kucing. Namun, teguran itu tak membuahkan hasil.
“Kucingnya banyak. Sering keluar masuk rumah warga. Bahkan buang kotoran sembarangan,” ungkap P.
Karena tak kunjung ada perubahan, warga melaporkan masalah ini ke Ketua RT 20, Sri Gianto.
Ketua RT membenarkan laporan itu. Ia mengatakan telah menerima bukti-bukti berupa foto-foto aktivitas kucing yang dianggap meresahkan.
“Kami sudah klarifikasi ke pemilik. Mereka mengakui itu kucing mereka. Katanya, sejak rumah dijadikan kafe, kucing-kucing itu jadi bebas keluar,” jelas Sri Gianto.
Pemilik kucing, lanjutnya, telah meminta maaf dan berjanji akan lebih memperhatikan.
Meski demikian, ketua RT tak tinggal diam. Bila dalam beberapa hari ke depan keluhan masih muncul, pihaknya siap membentuk Satgas Penertiban Kucing.
“Ini untuk menjaga ketertiban lingkungan. Kami juga sudah koordinasi dengan dinas terkait untuk opsi sterilisasi sebagai solusi jangka panjang,” ujarnya.
Sri Gianto mengingatkan, pemeliharaan hewan di Kota Bontang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.
Poin-poin penting dalam perda itu antara lain:
• Pemilik dilarang membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di jalan atau fasilitas umum.
• Wajib menjaga kebersihan dari kotoran hewan di ruang publik.
• Hewan yang mengganggu bisa ditertibkan oleh Satpol PP atau dinas terkait.
• Pelanggaran bisa dikenai sanksi administratif, mulai dari teguran hingga denda dan penyitaan.
Ia berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi warga lain agar lebih bertanggung jawab dalam memelihara hewan.
“Silakan sayangi hewan. Tapi jangan abaikan kenyamanan tetangga. Hidup di lingkungan itu butuh saling pengertian,” tutup Sri. (fr)














