BONTANG, Pranala.co — Insiden nyaris tenggelam menimpa seorang bocah berusia enam tahun saat berwisata di Pulau Beras Basah, Rabu (25/3/2026) seklira pukul 10.00 WITA. Korban berhasil diselamatkan setelah keluarga dan pemandu wisata bergerak cepat mengikuti arahan petugas.
Peristiwa bermula ketika korban, Safa, wisatawan asal Penajam, baru tiba di lokasi bersama keluarganya. Tanpa menunggu lama, korban langsung bermain air di sekitar pantai bersama sepupunya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bontang, Usman, menjelaskan situasi berubah cepat ketika korban tiba-tiba tenggelam.
Paman korban yang menyadari kejadian tersebut segera melakukan penyelamatan. Saat berhasil diangkat ke permukaan, kondisi korban dilaporkan sudah lemas.
“Korban langsung diselamatkan oleh keluarga. Saat diangkat, kondisinya sudah lemas,” ujar Usman.
Melihat kondisi darurat, seorang pemandu wisata segera menghubungi BPBD untuk meminta panduan pertolongan pertama. Meski tidak berada di lokasi, petugas tetap memberikan instruksi secara jarak jauh.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menjelaskan langkah penanganan yang dilakukan.
“Korban harus diberi ruang bernapas, tidak dikerumuni, kemudian diberikan bantuan napas dan posisi tubuh dimiringkan,” jelasnya.
Instruksi tersebut langsung diterapkan oleh pemandu wisata yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan penanganan darurat.
Upaya cepat tersebut membuahkan hasil. Kondisi korban perlahan membaik sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Tanjung Laut Indah.
Setibanya di darat, tim Public Safety Center (PSC) telah disiagakan untuk memberikan penanganan lanjutan.
Ismail mengungkapkan, saat kejadian tidak ada personel BPBD yang berjaga di lokasi wisata. Hal ini disebabkan masa penjagaan telah berakhir sehari sebelumnya.
“Pada hari kerja, kami tidak menempatkan personel di lokasi wisata. Penjagaan biasanya dilakukan saat akhir pekan atau hari libur,” ujarnya.
Meski demikian, koordinasi tetap berjalan melalui relawan dan pemandu wisata setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat beraktivitas di kawasan wisata air.
BPBD Bontang juga mengapresiasi kesiapsiagaan pemandu wisata yang dinilai berperan penting dalam penyelamatan korban.
“Alhamdulillah korban selamat. Ini berkat respons cepat keluarga dan kesiapan pemandu wisata yang sudah mendapatkan pelatihan,” pungkas Ismail. (RE)
















