Pranala.co, SAMARINDA – Suasana di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/6), berubah jadi panggung aspirasi. Bukan hanya dipenuhi suara orasi, tapi juga dialog yang mencairkan sekat antara mahasiswa dan pemerintah.
Massa dari Aliansi Gabungan Mahasiswa Kaltim turun ke jalan. Mereka membawa “rapor merah” untuk menandai 100 hari kerja Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, hadir langsung. Tidak sekadar menyambut, tapi mengajak berdiskusi.
Salah satu hal paling disorot mahasiswa adalah dana pendidikan. Wagub Kaltim, Seno Aji menjawab lugas. Ia mengungkap rencana konkret: menaikkan kontribusi CSR perusahaan tambang dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 per ton.
"Selama ini, CSR tambang hanya menghasilkan Rp500 miliar per tahun. Jika dinaikkan, kita bisa dapat Rp1 triliun tiap tahun," ujar Seno.
Dana itu akan digunakan untuk membenahi sektor pendidikan: sekolah, universitas, hingga insentif guru dan dosen.
"Ini bukan janji, tapi sudah kami mulai. Gubernur Rudy Mas’ud sudah menyurati dan menemui semua perusahaan tambang,” tegasnya.
Soal tambang ilegal, Seno Aji memastikan: pemerintah tidak tutup mata. “Siapa pun yang melanggar, akan kami tindak sesuai hukum,” katanya.
Terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang minim di Samarinda, Seno mengakui angka 7 persen belum ideal. Ia akan mendorong Pemkot Samarinda memperluas RTH demi mencegah banjir dan memperbaiki kualitas lingkungan kota.
Isu perampasan ruang hidup masyarakat adat juga mencuat.
Seno menyebut penghargaan Kalpataru yang diterima komunitas adat di Pasir sebagai bukti perhatian pemerintah. Namun, untuk kasus Muara KKT, ia menegaskan: investigasi sedang berjalan.
“Kami kawal terus. Siapa yang bersalah harus dihukum,” tandasnya.
Di sisi lain, mahasiswa tetap menuntut janji ditepati. Presiden BEM KM Unmul, Ilham Maulana, menyampaikan, banyak program kampanye belum terlihat hasilnya. Mulai dari pendidikan gratis S1–S3, seragam sekolah gratis, hingga aplikasi SAKTI dan infrastruktur yang dijanjikan.
"Kami datang bukan untuk basa-basi. Kalau tuntutan ini tak dijawab dalam waktu dekat, kami akan turun lagi. Jumlah massa bisa lebih besar dari hari ini,” tegas Ilham. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














