Pranala.co, BONTANG — Langit di atas Stadion Bessai Berinta tampak cerah, Kamis (16/10). Namun kehangatan di dalam stadion jauh melebihi sinar matahari. Ratusan tenaga honorer menitikkan air mata bahagia, setelah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian, hari itu status mereka resmi berubah.
Sebanyak 1.424 tenaga honorer dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Upacara pelantikan berlangsung penuh haru. Sebagian membawa keluarga, sebagian lain berdiri dengan tangan gemetar saat nama mereka dipanggil satu per satu.
Bagi mereka, ini bukan sekadar perubahan status. Ini penanda akhir dari perjalanan panjang, penuh kesabaran dan pengabdian.
Di antara ribuan wajah bahagia itu, ada Thamrin, pria paruh baya yang sudah tujuh tahun mengabdi di lingkungan Pemkot Bontang. Ia berpindah-pindah antar-OPD demi terus bekerja meski tanpa kepastian status.
“Dulu sempat ikut tes PPPK penuh waktu tapi gagal. Rasanya hampir putus asa. Tapi saya tidak menyerah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kini, perjuangannya terbayar.
“Hari ini seperti mendapat hadiah terbesar dalam hidup. Akhirnya saya jadi bagian dari ASN Pemkot Bontang. Ini bukan cuma status, tapi penghargaan atas perjuangan selama ini,” ujarnya pelan, menahan haru.
15 Tahun Menunggu Diangkat
Cerita yang sama datang dari Nur Aini, tenaga kesehatan yang sudah 15 tahun bekerja di puskesmas tanpa status tetap.
“Setiap tahun kami berharap ada pengangkatan. Kadang kecewa, tapi tetap bekerja. Karena kami mencintai pekerjaan ini,” ucapnya.
Kini, ia bisa bernapas lega. “Terima kasih kepada Pemkot Bontang yang tetap peduli, walau kondisi keuangan daerah sedang berat karena pemangkasan dana pusat,” ujarnya tersenyum.
Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata penghargaan bagi mereka yang sudah lama menjadi tulang punggung pelayanan publik.
“Banyak di antara mereka yang telah bekerja lebih dari 20 tahun tanpa kepastian. Hari ini, perjuangan itu akhirnya terbayar,” ucap Neni, disambut tepuk tangan panjang.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memberi keadilan dan kepastian bagi tenaga honorer yang selama ini menjaga pelayanan publik di sekolah, puskesmas, hingga kantor pemerintahan.
“Kami ingin memastikan setiap pengabdian mendapat tempat yang layak. Status baru berarti tanggung jawab baru. ASN adalah pelayan masyarakat — bekerjalah dengan hati dan profesionalisme,” pesannya.
Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, para tenaga honorer akan memperoleh hak-hak dasar: gaji tetap, cuti, jaminan kesehatan, dan perlindungan kerja.
Namun, lebih dari itu, mereka membawa kebanggaan baru. Bahwa kerja keras mereka akhirnya diakui negara.
“Kalau dulu kami bekerja dengan harapan, sekarang kami bekerja dengan kepastian,” tutur Nur Aini sambil tersenyum bahagia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















