SEJALAN dengan pelaksanaan sosialisasi dan workshop SPAB yang diselenggarakan di Yayasan Bunga Bangsa, Human Inititative Yani Kartika mengungkapkan bahwa saat ini belum banyak orang yang mengenal program tersebut. Dimana, hal ini menjadi tantangan yang serius, khususnya bagi pihak BPBD Kaltim untuk terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.
“Terbukti di beberapa peserta yang hadir hari ini masih belum banyak mengenal tentang satuan pendidikan aman bencana dan ini menjadi sebuah tantangan untuk dikolaborasikan dengan banyak pihak,” tegasnya.
Yeni menjelaskan perihal fungsi sosialisasi SPAB yang tidak hanya mencangkup tata cara penanganan bencana. Melainkan juga termasuk dalam upaya pencegahan bencana sekaligus membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan anak-anak terkait urusan kebencanaan dengan berlandaskan regulasi nasional yang berlaku.
“Kegiatan ini berbicara tidak hanya berbicara terkait bagaimana saat bencana terjadi tapi memberikan penguatan kapasitas baik di masyarakat yang memang hal ini kita tujukan di satuan pendidikan,” ujar Yani.
Sementara itu, Ketua Forum CSR Kalimantan Timur, Yusan Triananda juga ikut menanggapi mengenai kegiatan sosialisasi SPAB di satuan pendidikan, yang mana pihaknya bertugas sebagai kontributor ide internal maupun eksternal guna menciptakan tema yang relevan.
Perlu diketahui, langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Human Initiative yang menghimpun kepedulian publik melalui penggalangan donasi maupun CSR dari perorangan maupun instansi, yang mana hasilnya akan diserahkan kembali kepada pihak-pihak yang berada di lingkungan terdampak bencana.
“Forum CSR Kaltim bersyukur, mendapatkan rekan yang mengisi acara dengan menyediakan tempat termasuk konsumsi, yang dikondisikan oleh CSR termasuk kontribusi publik turut membantu,” pungkas Yusan. (ADS)














