KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Agus Tianur nyatakan siap memasuki masa transisi pancaroba dari El Nino ke La Nina.
Dirinya menyebut, dalam persiapan menghadapi potensi banjir, BPBD Kaltim telah bersiap dengan merumuskan rencana kontingensi sejak beberapa minggu lalu.
Dia menegaskan, pihaknya telah siap menghadapi segala kemungkinan dan memiliki langkah-langkah mitigasi dalam dokumen tersebut.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan mereka guna mencegah terjadinya sumbatan air," katanya
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada dasarian kedua Oktober dan November, terdapat hujan dengan intensitas sedang hingga rendah.
Namun, pada dasarian kedua November hingga Desember, diprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan.
Dia mengungkapkan, sejumlah titik di Kalimantan Timur biasanya akan mengalami beberapa kali banjir dalam satu tahun. Saat musim hujan, mereka dilanda banjir, sedangkan pada musim kemarau, mereka kesulitan menanam.
Sebelumnya pada November 2023, terdapat tiga subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yakni subsektor tanaman pangan naik 1,26 persen, subsektor hortikultura naik 1,34 persen, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,07 persen.
Sebaliknya, dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor peternakan minus 1,29 persen dan subsektor perikanan minus 0,28 persen.
“Namun secara umum, NTP pada November 2023 sebesar 130,17, mengalami kenaikan 0,73 persen ketimbang NTP pada bulan sebelumnya yang tercatat 129,44,” kata Kepala BPS Kaltim Yusniar Jauliana.
Kenaikan NTP disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,90 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik sebesar 0,17 persen. (ADS/BPBD KALTIM)














