Pranala.co, BONTANG — PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) tengah memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di Kota Bontang. Proyek besar ini mencakup pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bontang Lestari.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik di Bontang tetap stabil dan andal, khususnya untuk mendukung sektor industri yang berkembang pesat di kota ini.
PLN menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bontang untuk melakukan tinjauan lapangan. Fokusnya adalah verifikasi lahan dan pencocokan data administratif guna mempercepat proses perizinan.
“Kami sudah lakukan identifikasi visual batas lahan dan verifikasi dokumen. Ini bagian dari proses menuju penerbitan Pertimbangan Teknis Pertanahan,” ujar General Manager PLN UIP KLT, Raja Kuda Siregar dalam rilisnya, Senin (28/7/2025).
Ia menjelaskan, proyek ini merupakan bagian dari penguatan sistem kelistrikan Kalimantan Timur. Salah satunya adalah pembangunan SUTT 150 kV Inc 2 Phi yang akan menghubungkan PLTU Kaltim 2 dengan Bontang Lestari.
Menurut Raja, keberadaan GI 150 kV Bontang Lestari akan menjadi titik vital baru dalam jaringan distribusi listrik di wilayah ini.
“Bontang adalah pusat industri petrokimia dan pupuk. Kebutuhan energinya besar. Infrastruktur ini bukan sekadar proyek teknis, tapi juga strategis untuk ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek ini sekaligus menjadi bukti bahwa PLN ikut ambil bagian dalam pembangunan bangsa. Terlebih, proyek ini digarap menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI.
“Di momen kemerdekaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa PLN hadir dan bekerja nyata untuk negeri,” tegas Raja.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada BPN Bontang yang mendukung percepatan proses perizinan dan penetapan lokasi.
“Kolaborasi ini sangat kami hargai. Kami yakin proyek SUTT dan GI Bontang Lestari bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Dengan beroperasinya infrastruktur baru ini nanti, Bontang diproyeksikan memiliki sistem kelistrikan yang lebih tangguh. Tidak hanya untuk sektor industri, tapi juga permukiman dan layanan publik.
PLN menargetkan proyek ini tuntas sesuai jadwal agar bisa segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat luas. (ADS/RIL)















